Quotessence
Home / Topics / Sejarah Quotes

Sejarah Quotes

Browse 62 quotes about Sejarah.

Sejarah Quotes

“ELEGI TIGA BUNGA DALAM 6 KEMUNGKINAN I. Triptych of the Burning Earth 1. Padma Engkau bangkit dari air seperti wajah pagi yang baru dibasuh cahaya. Di tubuhmu, lumpur berbicara dalam bahasa diam, dan aku mendengar suara kulit buah merekah di bawah kelopakmu. 2. Kemuning Ada matahari kecil yang patah di tengah daunmu. Ia mengirim aroma samar yang ingin menjadi musim panas, namun hujan menahannya dalam ambang yang gemetar. Setiap kuningmu seperti lantunan terakhir dari gitar yang terlalu letih untuk bernyanyi lagi. 3. Mawar Kau adalah mulut bumi. Kau berdarah dari telapak yang lapar pada sentuhan. Aku menunduk, membaca dagingmu seperti membaca sebuah puisi yang dipahat angin. Duri-durimu adalah alasan mengapa cinta memilih manusia untuk menangis. II. Three Flowers as Gateways to the Soul 1. Padma Di dasar air yang tak bernama, ia menunggu kelahirannya sendiri dalam bentuk doa paling sunyi. Segala cahaya yang menyentuhnya tidak datang dari dunia, melainkan dari ruang terdalam tubuhnya yang telah lama menahan sebuah jawaban. 2. Kemuning Ia berdiri sebagai jeda antara dua tarikan napas Tuhan. Warna lembutnya adalah gema dari sesuatu yang pernah sempurna, namun memilih menua agar dapat kembali ke tepi. Setiap daun yang jatuh mengajarkan cara pulang tanpa melangkah. 3. Mawar Lihatlah ia menutup dan membuka seperti hati seorang malaikat yang belajar menjadi manusia. Dalam merahnya ada suara yang tidak ingin diucapkan, sebuah beban keindahan yang hampir menjadi derita. Duri-durinya adalah pemisah halus antara kasih dan keterlucutan total. III. The Thorned Trinity 1. Padma Aku melihatmu bangkit dari rawa yang dingin, membawa diam yang tak ingin disentuh siapa pun. Air menelan bayanganmu, tapi kau tetap mengembang, seperti luka yang memilih membesar. 2. Kemuning Kuningmu adalah memar lama yang tidak pernah sembuh. Kau berdesis dalam cahaya seakan ingin kembali menjadi benih, menghapus sejarah kecilmu yang terlalu rapuh untuk diselamatkan. Ada ketakutan samar di setiap hela nafasmu. 3. Mawar Kau adalah pisau merah yang menyamar sebagai bunga. Kelopakmu gemetar oleh ingatan yang tidak mau mati, sementara duri-durimu mengunyah udara seperti gigi yang menahan amarah. Aku mencium aromamu dan merasakan besi. Aku menyentuhmu dan mendengar sesuatu di dalam diriku retak.”

“ELEGI TIGA BUNGA DALAM 6 KEMUNGKINAN IV. Triptych of the Flowery Dwarf 1. Padma Di kolam itu, bulan merintih seperti kuda putih yang kelelahan. Dari lumpur, Padma bangkit— mengenakan gaun malam yang dijahit dari nafas nenek moyang hantu air. Ia membuka kelopaknya dan terdengarlah suara gitar jauh di perbukitan: suara yang lahir dari luka dan kembali menjadi luka. 2. Kemuning Kemuning menari sendirian di halaman senyap tanah Jawa. Kuningnya bersinar seperti cincin emas di jari seorang janda muda yang tak ingin menikah lagi. Angin membawa kabar bahwa setiap kelopak pernah menjadi mata seorang anak yang mencari ibunya di hutan paling gelap. 3. Mawar Mawar adalah gadis penari yang menyembunyikan pisau kecil di balik selendang merahnya. Ia tersenyum pada fajar tapi senyum itu terbakar sebelum sempat jatuh ke tanah. Di sekitar durinya, kurcaci menari— menebar dingin pada udara, menghembus nyawa pada warna. V. Three Flowers upon the Turning Gyre 1. Padma Di permukaan air yang tua, Padma berdiri sebagai pengingat bahwa dunia pernah muda. Ia membuka dirinya seperti wahyu kecil dari zaman yang nyaris terlupa, zaman ketika roh dan manusia masih bersalaman tanpa rasa takut. 2. Kemuning Dalam kilau keemasannya, ada masa depan yang belum tiba. Ia melintas seperti burung kepodang di antara dua lingkaran takdir, seakan mengetahui bahwa segala kecantikan adalah nubuat berbahaya yang menuntut korban. 3. Mawar Mawar tumbuh di jantung lingkar perputaran— tempat para dewa lama dan para pahlawan muda saling menatap tanpa bicara. Merahnya adalah sumbu yang menyalakan usia-usia dunia; duri-durinya adalah penjaga yang tahu bahwa cinta selalu menuntut kelahiran kedua. VI. Three Flowers of Memory 1. Padma Aku melihatmu, Padma, di kolam yang tak berani menyebut nama kekasihnya. Kau tegak, seperti perempuan yang menunggu suami yang tak kembali dari perang. Kelopakmu diam— diam yang berat, diam yang hanya dimengerti oleh air yang pernah menangisi salju. 2. Kemuning Engkau kecil dan lembut, tapi menyimpan dingin yang tak mampu dipatahkan matahari. Kuningmu mengingatkanku pada sepucuk surat yang tak pernah terkirim, namun tetap dibaca oleh seseorang yang terus menunggu di malam-malam panjang pengasingan. 3. Mawar Duri-durimu mengingatkan pada kata-kata yang tak kuucapkan. Merahmu seperti wajah seorang ibu yang tak lagi menjerit karena telah kehabisan suara. Aku menyentuhmu, dan kau bergetar— seperti hati perempuan yang tahu bahwa cinta lebih kuat dari kematian, namun selalu kalah oleh sejarah. Desember 2025”

“Aku tidak percaya bentuk Tuhan apa pun, kecuali yang sesuai dengan idealku sendiri. Aku pun tak yakin (pasti malah) tentang ke-tak-ada-annya nasib. Juga tak percaya kita juga. Dewasa ini aku berpendapat bahwa kita adalah pion dari diri kita sendiri sebagai keseluruhan. Kita adalah arsitek nasib kita, tapi kita tak pernah dapat menolaknya. Kita asing, ya kita asing dari ciptaan kita sendiri. Itulah aku kira mengapa kita harus belajar sejarah dan dalam hal ini mengapa aku pesimis.”

“Konsep sejarah utama Sufi pernah juga menggunakan idea bahawa Baginda adalah sumber utama di dalam sejarah Islam keseluruhannya; dalam erti kata lain sejarah Islam tidak akan berasas tanpa dimensi yang terkandung di dalam sejarah dan hakikat Rasulullah, Sayyidina Muhammad dan juga, kita patut menyebutkan, lebih penting lagi ialah diri Rasulullah, yang menjadi idea, yagn telah diletakkan sebagai pengertian asas di dalam pembentukan falsafah sejarah Islam (Islamic philosophy of history).”

“Ibaratnya, sejarah adalah orang tua yang mulia, bijak, berpengalaman dan memiliki ingatan kuat yang tidak pernah gentar kecuali terhadap ‘pemiliknya’, Yang Maha Tinggi dan Perkasa. Ia selalu mengungkapkan fakta kebenaran dan tidak takut menghadapi celaan apa pun meski banyak pihak yang berupaya memanipulasi atau mengaburkannya dengan berbagai macam cara. Sejarah tidak akan pernah takluk kepada mereka, tidak akan pernah bergeming dari posisinya, dan tidak akan pernah berdusta, sebab ia pasti akan mengungkapkan segala kebeanran dari pihak mana pun.”

“Sabda-sabda beliau bukanlah sekedar syair-syair maupun kata-kata hikmah sehingga tidak ada penyair dan pujangga yang bisa menyamainya. Perkataan yang terlontar mengandung makna yang sampai pada hakikatnya, karena keluar dari bibir yang di belakangnya ada pikiran, yang di belakangnya ada hati, yang di belakangnya ada iman, dan yang di belakangnya ada Allah. Itulah perkataan yang tiada tercecer dan mubadzir, tidak ada pertentangan dan penyimpangan, karena semuanya mengandung faidah dan sesuai dengan fitrah kita.”

“Karya Al Ya'kubi (Al-Buldan) merupakan sumber data geografis paling awal serta paling otoritatif kerana isinya berasal dari kerja keras dan pencapaian yang melampaui masanya. Karya ini memuat concern dan reliabilitas ilmiah yang sangat diperhatikan oleh masyarakat modern. Ia sarat analisis, ketelitian dan integritas yang menunjukkan kesungguhan dan perhatian penulisnya terhadap ilmu pengetahuan.”

“Di antara pertikaian antarmazhab yang mengakibatkan pergolakan dan kekacauan adalah pertikaian antara mazhab Ahlus Sunnah dan Rafidhah pada tahun 655H. Pertikaian ini dimenangkan Ahli Sunnah sehingga bertambahlah kebencian kaum Rafidhah terhadap kalangan Ahlus Sunnah. Wazir Ibn al-‘Alqami yang menganut mazhab Rafidhah menekan kaum Muslim Ahlus Sunnah dan meminta Hulagu Khan, pemimpin Tartar menyerang wilayah Islam. Permintaan ini dipenuhi Hulagu Khan yang berhasil menduduki Baghdad, menjatuhkan khalifah dan menghapus sistem kekhalifahan dan membantai penduduk tanpa pandang bulu sehingga kota itu banjir darah.”

“(Arnold) Toynbee bertanya-tanya: di mana peran dan kontribusi Inggris dalam sejarah manusia? Peran Inggris tidak lebih dari 250 tahun dan itu pun penuh dengan berbagai kesalahan. Kemudian sejak Perang Dunia II, Inggris mulai meredup dan surut dari percaturan sejarah dunia. Demikian halnya dengan Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.”

“Mesir telah menjadi poros sejarah dunia dan peradaban manusia ribuan tahun lamanya semenjak era Firaun, Yunani, Romawi, Qibti dan Byzantium. Mesir telah memberikan pemikiran yang cemerlang kepada dunia dan juga menjadi pusat dunia Islam serta pelopor bangsa Arab. Sekiranya tidak ada kontribusi Mesir maka dunia dan peradaban Islam telah lama lenyap. Mesirlah yang berhasil mengalahkan bangsa Tartar di Ain Jalut dan menyelamatkan kebudayaan Islam dari kehancuran total. Mesir pula yang menyelamatkan dunia Islam dalam Perang Salib di Hittin dan wilayah-wilayah lainnya. Eksistensi al-Azhar as-Syarif telah menyelamatkan identitas kebudayaan Arab dari proses ‘Turkinisasi’ yang dilancarkan oleh Dinasti Uthmaniyah. Jadi, dalam keadaan apa pun Mesir akan tetap menjadi jantung dunia Arab.”

“Dia tahu, bahawa sultan dan pembesar negeri Melaka itu sudah maklum sejak tahun 1448, pasti Portugis akan datang kembali menyerang! Tetapi kenapa Melaka hanya sibuk menyediakan damak untuk racun pada anak panahnya, tetapi tidak menyediakan timah, untuk 38 pucuk meriam besarnya yang dibeli dari Turki? Kenapa Melaka mampu berbelanja untuk dayang-dayang istana, sultan dan pembesar negeri berlebihan waktu dan tenaga untuk menggiliri selir, tetapi tidak berbelanja membina armada? Kenapa Melaka begitu mudah beri gelar laksamana kepada pendekar silat, tetapi tidak membina kekuatan daya tempur angkatan laut?”

“Walaupun kini, sudah berlaku 438 tahun, bahawa jeda antara satu gelombang serangan Portugis itu dengan gelombang serangan berikutnya, ada 25 hari. Oleh sebab itu, sambil membubuh umpan baru, Nakhoda Supuk bertanya dalam hati, empat peringkat soalan: ‘Kenapa Melaka, dalam masa 25 hari itu, tidak melakukan strategi baru, antaranya, daripada taktik bertahan, kepada taktik menyerang senyap-senyap. Melaka boleh gunakan tenaga dan kemahiran Orang Laut, pergi menebuk lambung atas lunas semua galleon dalam armada Portugis itu. ‘Kenapa Melaka tidak kawal pantai, untuk mencegah penduduk Melaka terutama dalam kalangan orang asing, berleluasa berulang-alik dari darat ke semua galleon Portugis itu pergi membekalkan air tawar, kayu api, bekalan makanan, dan timah untuk dituang jadi peluru? ‘Kenapa armada Laksamana Yusof, Pengeran Lor, dari Demak itu, yang sudah mengepung seluruh armada Portugis di Selat Melaka, tetapi sebaliknya, armada Pangeran Lor itu dibakar orang dari daratan Melaka? ‘Kenapa, armada Aceh yang sudah berulang kali menyerang Portugis di Melaka dan mengepung Selat Melaka, tidak pernah sekali pun diberi kerjasama orang di Melaka, untuk menghancurkan Portugis itu?”

“Secara tidak langsung, kisah-kisah dalam buku ini bukan hanya menjelaskan kepada kita tentang motif, tujuan serta latar belakang kegiatan intelligent, tapi juga mengingatkan kita kepada fakta bahwa sejarah yang kita kenal sekarang penuh dengan intrik dan skandal. Maka tepat sekali apa yang dikatakan Napoleon Bonaparte, History is a set of lies agreed upon.”

“Dengan terdirinya kesultanan Melayu, diperkasai dengan agama Islam yang baru dianuti dan sumber perdagangan dan ekonomi, maka peradaban Melayu melalui proses pemantapan institusi politik dengan ideologi pemerintahan yang mengental, selain berkembangnya institusi budaya dan kemasyarakatan, di mana terjadi stratifikasi sosial yang lebih kompleks.”

“Walaupun mereka telah mencapai pelbagai kemajuan, dan hidup aman damai dalam masyarakat Islam yang stabil, namun kerajaan mereka selalunya tidak begitu: perubahan rejim biasanya berlaku secara ganas dan menimbulkan keadaan huru-hara. Dari segi politik, orang Islam menjadi semakin lemah dan berpecah-belah.”

“..babak sinthesis sedang di ambang pintu. Yang jelas, semua yang telah terjadi akan abadi dalam ingatan bangsa ini dan umat manusia sepanjang abad, tak peduli orang suka atau tidak. Para pengarang akan menghidupkannya lebih jelas dalam karya-karyanya. Para pembunuh dan terbunuh akan menjadi abadi di dalamnya daripada sebagai pelaku sejarah saja. Topeng dan jubah suci akan berserakan.”

“Sejarah adalah suatu proses yang hidup, saling berbenturan, saling berinteraksi, saling mengembangkan diri, tidak saja antara daerah satu dengan daerah lain namun lingkupnya sangat luas. Hasil interaksi antara satu peristiwa lain, yang juga akan terus berinteraksi dan berkembang, bagai rangkaian benturan atom yang tak pernah berakhir, demikian terus tidak kenal kata henti sampai dunia ini berakhir dalam kepunahan (kiamat).”