Quotessence
Home / Quotes / Quote by Yusri Abdul Ghani Abdullah

Quote by Yusri Abdul Ghani Abdullah

“Ibaratnya, sejarah adalah orang tua yang mulia, bijak, berpengalaman dan memiliki ingatan kuat yang tidak pernah gentar kecuali terhadap ‘pemiliknya’, Yang Maha Tinggi dan Perkasa. Ia selalu mengungkapkan fakta kebenaran dan tidak takut menghadapi celaan apa pun meski banyak pihak yang berupaya memanipulasi atau mengaburkannya dengan berbagai macam cara. Sejarah tidak akan pernah takluk kepada mereka, tidak akan pernah bergeming dari posisinya, dan tidak akan pernah berdusta, sebab ia pasti akan mengungkapkan segala kebeanran dari pihak mana pun.”

Quote by Yusri Abdul Ghani Abdullah

Work

Historiografi Islam: Dari Klasik Hingga Modern

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Yusri Abdul Ghani Abdullah

Browse famous quotes and profile details for Yusri Abdul Ghani Abdullah. more

You May Also Like

“Sabda-sabda beliau bukanlah sekedar syair-syair maupun kata-kata hikmah sehingga tidak ada penyair dan pujangga yang bisa menyamainya. Perkataan yang terlontar mengandung makna yang sampai pada hakikatnya, karena keluar dari bibir yang di belakangnya ada pikiran, yang di belakangnya ada hati, yang di belakangnya ada iman, dan yang di belakangnya ada Allah. Itulah perkataan yang tiada tercecer dan mubadzir, tidak ada pertentangan dan penyimpangan, karena semuanya mengandung faidah dan sesuai dengan fitrah kita.”

“Karya Al Ya'kubi (Al-Buldan) merupakan sumber data geografis paling awal serta paling otoritatif kerana isinya berasal dari kerja keras dan pencapaian yang melampaui masanya. Karya ini memuat concern dan reliabilitas ilmiah yang sangat diperhatikan oleh masyarakat modern. Ia sarat analisis, ketelitian dan integritas yang menunjukkan kesungguhan dan perhatian penulisnya terhadap ilmu pengetahuan.”

“Di antara pertikaian antarmazhab yang mengakibatkan pergolakan dan kekacauan adalah pertikaian antara mazhab Ahlus Sunnah dan Rafidhah pada tahun 655H. Pertikaian ini dimenangkan Ahli Sunnah sehingga bertambahlah kebencian kaum Rafidhah terhadap kalangan Ahlus Sunnah. Wazir Ibn al-‘Alqami yang menganut mazhab Rafidhah menekan kaum Muslim Ahlus Sunnah dan meminta Hulagu Khan, pemimpin Tartar menyerang wilayah Islam. Permintaan ini dipenuhi Hulagu Khan yang berhasil menduduki Baghdad, menjatuhkan khalifah dan menghapus sistem kekhalifahan dan membantai penduduk tanpa pandang bulu sehingga kota itu banjir darah.”

“(Arnold) Toynbee bertanya-tanya: di mana peran dan kontribusi Inggris dalam sejarah manusia? Peran Inggris tidak lebih dari 250 tahun dan itu pun penuh dengan berbagai kesalahan. Kemudian sejak Perang Dunia II, Inggris mulai meredup dan surut dari percaturan sejarah dunia. Demikian halnya dengan Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.”

“Mesir telah menjadi poros sejarah dunia dan peradaban manusia ribuan tahun lamanya semenjak era Firaun, Yunani, Romawi, Qibti dan Byzantium. Mesir telah memberikan pemikiran yang cemerlang kepada dunia dan juga menjadi pusat dunia Islam serta pelopor bangsa Arab. Sekiranya tidak ada kontribusi Mesir maka dunia dan peradaban Islam telah lama lenyap. Mesirlah yang berhasil mengalahkan bangsa Tartar di Ain Jalut dan menyelamatkan kebudayaan Islam dari kehancuran total. Mesir pula yang menyelamatkan dunia Islam dalam Perang Salib di Hittin dan wilayah-wilayah lainnya. Eksistensi al-Azhar as-Syarif telah menyelamatkan identitas kebudayaan Arab dari proses ‘Turkinisasi’ yang dilancarkan oleh Dinasti Uthmaniyah. Jadi, dalam keadaan apa pun Mesir akan tetap menjadi jantung dunia Arab.”