Quotessence
Home / Quotes / Quote by Rachmat Ruhiat

Quote by Rachmat Ruhiat

“Walaupun pada kenyataannya, sebagian besar penduduk kota Jakarta masih jauh dari kerta atau makmur”

Quote by Rachmat Ruhiat

Author

Rachmat Ruhiat

Browse famous quotes and profile details for Rachmat Ruhiat. more

You May Also Like

“My belief is that, morally, God and Satan are vaguely on the same page. According to the common understanding of Satan's origins, 'holiness' is, metaphorically, frozen stiff in his veins: and at that a corrupted formula - i.e. legalism. The vital difference is that God is willing to offer grace for our sins; he delights in grace. God is the one and only holy and just punisher of sin, yes, but that is partly so because punishment for the sake of punishment is not something he loves. Whereas Satan, as the accuser, and as it is written, actually seeks God's permission to punish; he, being a seasoned legalist, delights in finding wrongs and will defy his own morality just to expose immorality. This is why both the anti-religious soul and the violently religious soul are, whether consciously or unconsciously, and sadly enough, glorifying their biggest hater: Satan is not only a lawless lover of punishing lawlessness, but also the sharpest theologian of us all. He loves wickedness, but only because he loves punishing wickedness.”

“..babak sinthesis sedang di ambang pintu. Yang jelas, semua yang telah terjadi akan abadi dalam ingatan bangsa ini dan umat manusia sepanjang abad, tak peduli orang suka atau tidak. Para pengarang akan menghidupkannya lebih jelas dalam karya-karyanya. Para pembunuh dan terbunuh akan menjadi abadi di dalamnya daripada sebagai pelaku sejarah saja. Topeng dan jubah suci akan berserakan.”

“Sejarah adalah suatu proses yang hidup, saling berbenturan, saling berinteraksi, saling mengembangkan diri, tidak saja antara daerah satu dengan daerah lain namun lingkupnya sangat luas. Hasil interaksi antara satu peristiwa lain, yang juga akan terus berinteraksi dan berkembang, bagai rangkaian benturan atom yang tak pernah berakhir, demikian terus tidak kenal kata henti sampai dunia ini berakhir dalam kepunahan (kiamat).”