“Sakit kepalaku menjadi-jadi saat memikirkanmu. Tak paham akan perkataan dan sikapmu di dalam sebuah realita. Jika tujuan kita ingin bersama, apakah kita sampai pada tahap saling mencari?.” CintaBersamaRealita Author:Zakiyahdini Hanifah
“Akan tiba nanti Dirimu menjadi prioritas dihidupku Laramu yang selalu kau luapkan Ragumu yang selalu kau percayakan Sesakmu yang selalu kau paksa hilangkan Apakah kau yakin ini adalah perpisahan sementara kita? Meski bayangku tak sepekat dahulu Tetapi aku percaya, cinta ini akan membawamu kembali” LaraPrioritasDirimu Author:Zakiyahdini Hanifah
“Menjaga diri agar tetap waras memang sulit Disaat keadaan berbanding terbalik dengan keinginan Menerima takdir, apakah sebuah hadiah agarku lebih merasa hidup? Meski terkadang terasa seperti ingin mati” MatiHadiahWaras Author:Zakiyahdini Hanifah
“Kamu yang sering hilang dan datang dengan sebuah senyum manis, menawarkan sebuah tempat nyaman yaitu sebuah hati. Ketika kamu kembali hilang, kau semakin menegaskan bukan hanya aku di tempat itu.” HatiSenyumHilangBukan Aku Author:Zakiyahdini Hanifah
“Langit tak lagi mendung Langit tak lagi biru Begitu bergejolak langit ini, seperti tuhan tidak mentakdirkan kau denganku.” TuhanLangitTakdirBiru Author:Zakiyahdini Hanifah
“Jika kata cinta tak cukup Oh, mungkin tindakanku yang kurang Aku cemburu pada malam Saat gelap ia tetap indah kau pandang Saat ku datang dengan rasa bersalah Masih saja tetap tak kau anggap” MalamGelapBintang Author:Zakiyahdini Hanifah
“Sempat terpikirkan untuk menyendiri Dan masih nyaman sendiri Hingga kamu datang ke kehidupanku Tersadar, kini kamu terlalu dekat Dan ternyata aku masih belum siap lari dari kesendirian ini Ketakutanku kamu menghilang juga takut ku sesali Apalah diri ini, masih saja bertengkar dengan nurani” TakutNuraniMenghilang Author:Zakiyahdini Hanifah
“Seperti biasa, aku melewati jalan ke arah rumah Tapi menjadi tak biasa saat ku lihat dirimu Senyummu tertuju padaku Ah mungkin aku hanya berhalusinasi Nyatanya benar, bahwa memang tiada seorangpun Mungkin aku masih butuh waktu lebih untuk menyendiri” WaktuDirimuHalusinasi Author:Zakiyahdini Hanifah
“Cuaca cerah pagi ini Persis menggambarkan hatiku Tetapi awan mendung terlihat diujung langit Seperti menunjukkan pemikiranku Apakah aku benar-benar menyukaimu Atau aku yang jatuh cinta pada perasaanku sendiri” HatiAwanCerah Author:Zakiyahdini Hanifah
“Saat itu aku selalu memikirkanmu, tak sadar aku terbuai oleh anganku sendiri. Aku yang percaya bahwa kita dapat kembali dengan beberapa cara, bahkan mengatur sebuah pertemuan. Akan tetapi yang kudapati saat kita bertatap muka kembali adalah sapaan hampa dan tatapan kosong.” KitaHampaKembaliKosong Author:Zakiyahdini Hanifah
“Aku merasa bahwa aku tidak menjadi satu-satunya di hatimu Katamu itu hanya perasaanku Cinta memang rumit Bagai analogi perhitungan Menurut logika satu tambah satu adalah dua Bila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya” PerasaanLogikaAnalogi Author:Zakiyahdini Hanifah
“Berbaringlah padanya dengan erat, yang kau jalani tanpa kisah pahit dan lupakan sandaran ini yang kau nilai sekedar pelepas penat.” PahitBerbaringErat Author:Zakiyahdini Hanifah
“Mungkin aku bukan seorang yang dapat memahamimu. Terlebih, menerka tingkah hingga ucapanmu. Membuatmu kecewa dan kecewa disetiap harinya. Oh mungkin aku tak pantas untukmu. Akan tetapi, matamu yang sayu itu menjelaskan kalau kau tetap sudi mencinta. Kau memang terlalu sempurna.” KecewaSempurnaPantas Author:Zakiyahdini Hanifah
“Kau selalu cinta padanya, mengaguminya. Tak usah pedulikanku. Hingga nanti, suatu saat kau sadar bahwa ia tak jua cinta, maka carilah aku. Aku yang telah hilang.” HilangSadarCari Aku Author:Zakiyahdini Hanifah
“Aku memaafkanmu, kemudian merayu Katamu kita punya janji temu Kurasa perjumpaan kali ini akan berbeda Tepat pada hari yang dinanti itu tiba Saat kuhubungi kembali Kau seolah tak mengenalku Aku kembali sadar Bahwa kau tetaplah si bajingan pencuri waktu” JanjiSadarMemaafkan Author:Zakiyahdini Hanifah
“Kau kembali padaku dan berlari menghampiri. Kau memintaku untuk menceritakan semua keluh-kesahku yang mungkin tak banyak orang tau. Aku diberi permintaan, "hal apa yang sangat kau ingini?" dan aku menjawab adalah engkau. Rasa dingin mulai merambah di tubuhku dan mataku mulai terbuka perlahan. Ah sial, nyatanya aku jatuh dari kasur saatku terlelap tidur. Meski itu hanya sebatas mimpi, setidaknya aku bahagia di dalam mimpiku ini dipenuhi akan engkau.” MimpiTidurEngkau Author:Zakiyahdini Hanifah
“Aku yang terus melihat kau tersakiti, apakah harus diam. Kau selalu memaksa untuk tersenyum dan seolah semua akan baik-baik saja itu, membuatku gerah. Pada akhirnya saat kau tak mampu membendung itu semua, tenggelamlah aku. Seperti air laut yang mengenai lukaku, ini juga membuatku perih.” DiamTenggelamPerih Author:Zakiyahdini Hanifah
“Hati yang perlu ku perbaiki malah terluka kembali. Terbolak-balik, menjadi isu di dalam diriku sendiri. Fakta rindu dan terluka menjadi satu, membuatku tak bisa bertingkah. Ah sudahlah, dadaku menjadi semakin sesak.” HatiSendiriSesakTerlukaBertingkah Author:Zakiyahdini Hanifah
“Meski ku cinta, jangan berpura-pura tidak mengetahuinya. Sebab, nanti aku yang akan berpura-pura tidak peduli saat kau mengemis cinta. Perasaan tidak sebercanda itu.” BercandaBerpura PuraCinta Bodoh Author:Zakiyahdini Hanifah
“Aku menunggu cuaca yang tepat untuk berbicara denganmu, katanya Sang lajang bertanya-tanya Bagaimana kau memilihnya untuk hidup bersama? Ya memang tak sesederhana yang kau ucapkan Berpikir dan takut bagaimana kedepannya memang baik Tapi lebih baik pula, untuk tidak overthinking Bahwa, temuilah orang yang kau anggap tepat untuk berjuang bersama Karena hidup bersama bukan hanya perihal cinta Terlebih lagi, apakah ia juga memperjuangkan hidupnya untukmu Apakah dia pantas?” MenikahPantasPerjuangkan Author:Zakiyahdini Hanifah
“aku selalu memenangkan hati dan sedihmu aku juga selalu membalas rasa sayangmu tapi aku juga sukar untuk menahan sebuah rasa rasa untuk orang lain aku rasa kau mungkin sangat amat mencintaiku dan hanya bisa meyakinkanmu bahwa kau tidak harus terus berjuang sekarang, coba berlarilah..” BerjuangYakinBerlarilah Author:Zakiyahdini Hanifah