Quotessence
Home / Topics / Kerja Keras Quotes

Kerja Keras Quotes

Browse 7 quotes about Kerja Keras.

Kerja Keras Quotes

“Dari Profesor Charlotte ia bisa belajar tentang kekuatan fokus. "Sejak masih remaja, ketika teman-temanku lebih suka belajar menyanyi dan menari, aku tidak. Aku tidak ikut-ikutan mereka. Aku sudah punya cita-cita yang jelas. Kukatakan pada diriku, aku harus jadi profesor di The University of Edinburgh. Aku mulai belajar bahasa asing dengan serius. Salah satu teman sekolahku ketika itu berasal dari Irak. Dia gadis yang cantik dan baik. Ayahnya pengajar di Baghdad University sedang menyelesaikan Ph.D. bidang Kimia di The University of Edinburgh. Aku belajar bahasa Arab darinya. Aku belajar cerita seribu satu malam dengan bahasa Arab darinya. Sejak itu saya tertarik dengan dunia Arab. Dan aku fokus mendalaminya. Kini keinginan saya menjadi kenyataan. Kau lihat Fahri, aku sudah jadi Profesor di The University of Edinburgh.”

“..., there are two things most important in preparing yourself for success. One is going the extra miles. Never settle for average. If other people study for one hour, study for five. If other run two kilometers, run three. If people give up in 10 seconds, don’t give up until 20. Always try to be more than ordinary...” ... “Another recipe is to never let yourself be influenced by elements outside of yourself. By anyone, anything, or any atmosphere. Meaning, don’t be sad, angry, or disappointed because of external factors. You are the ones with power over yourselves, do don’t give that power to others. Someone may hold a gun, but you have a choice, to feel fear or stand tall. You have choice, most deeply inside, and it has nothing to do with outside influence.” -101”

“Sang guru lalu mengeluarkan sekeping koin tua dari sakunya dan meletakkannya di atas meja. “Lihatlah koin ini,” katanya, “di satu sisi tertera gambar seorang raja, di sisi lain angka yang menandakan nilainya. Dunia menilai dari angka itu, tapi aku menilai dari siapa yang mencetaknya. Begitu pula manusia. Dunia menilai dari hasil, tapi semesta menilai dari sumber — dari nilai pribadi yang memancarkan makna.” Ia menatap sang saudagar dengan lembut. “Orang miskin menjual waktu karena tak tahu nilainya. Kelas menengah menukar waktu dengan gaji karena butuh kepastian. Orang kaya sejati menukar ide dengan pengaruh — karena ia tahu nilai tertinggi bukan pada kerja keras, tapi pada keunggulan pribadi yang bermanfaat bagi banyak jiwa.”