“Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-mayat yang belum berangkat, terbaring berselimut puing-puing... O, Tsunami, airmu bermuara di mata kami!” IndonesiaPuisiTsunamiSastraAcehMahaduka Aceh Book:Nocturnal Journal Source: Nocturnal Journal