“Wajar juga orang mengejar status dan kedudukan karena mempunyai peran serta engaruh ini efeknya besar juga dalam mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas.” StatusBesarManusiawiPeranDapatPengaruhEfekFasilitasKedudukanKemudahanWajar Book:Mengejar Mukti Source: Mengejar Mukti
“Hijab adalah pilihan, yaitu pilihan bagi mereka yang tidak memiliki cukup informasi untuk memilih dan menentukan sikap, serta bagi mereka yang belum menyadari bahwa ada pilihan lain yang lebih rasional dan manusiawi.” IslamHijabAndi FitriyantoPilihanRasionalManusiawiInkonfesoJilbabMisoginiPatriarki Book:Inkonfeso Source: Inkonfeso
“Geografi Kesedihan yang Tidak Selesai (Nihilism-Lyrical Ver.3.0) Kesedihan tak hanya menghentikanku— ia mengukirku, menggesek tulangku seperti batu asah sampai aku berdiri di ambang kehancuran tanpa kemampuan menemukan jalan kembali. Jurang menakutkan di hadapanku lebih sabar daripada manusia mana pun. Aku menolak mengetuk pintu belas kasihan. Pasrah adalah mata uang yang tidak pernah kupahami. Aku pohon yang keras kepala, akar goyah di atas tanah retak namun menolak tumbang. Aku ingin menjadi menara agar seseorang akhirnya melihat diriku tegak berdiri. Kadang ingin menjelma jadi gapura agar aku bisa berpura-pura menjadi awal atau akhir setiap perjalanan. Namun itu semua ilusi: tidak ada yang benar-benar membaca kesedihan orang lain. Dalam setiap gerbang, aku melihat rumah ibu. Kerinduan yang menetes pelan seperti kebocoran yang tak pernah diperbaiki. Yang berubah hanya aku— lebih asing, lebih jauh, lebih sunyi, lebih sulit dicintai. Mimpi lelaki perkasa yang terbang di atas punggung kuda egonya. Tak ada yang bisa kulakukan selain menatapnya pergi dalam seringai tawa yang memilukan. Hidup tidak mudah. Bahagia tidak pasti. Yang tersisa hanya keputusan kecil yang kadang disebut iman kadang keraguan. Dan Tuhan—bukan... tapi, tuhan— jika Ia berkenan hadir, walau dalam huruf kecil: sebatang lilin yang gemetar setiap kali aku menghela napas. November 2025” PuisiEmosiRapuhManusiawiKedalaman BatinVertikal Author:Titon Rahmawan
“Menuju Kamu Saat nama indah mu disebut-sebut mentari pun meredup rembulan pun menunduk alunan nama mu umpama ritma dengan bait-bait keindahan seakan ada tangan-tangan yang menjemput siapa pun yang mendengarkan terkumat-kamit menyanyi-nyanyi meliuk-lentok menari-nari bertemasya aku dengan nama mu biar kamu tak aku temukan namun kamu yang aku rasakan biar kamu tak mereka pedulikan namun kamu yang aku bicarakan kerana ini barangkali bukti mengerti kerana ini barangkali erti memahami masih berbicara tentang mu semilir angin menyinggahi waktu menyapa bahuku dingin dan nyaman ini umpama ilusi sayangku umpama titis embun yang terlihatkan di padang pasir yang bosan dan menghampakan umpama bintang timur yang bergemerlapan di langit hitam yang hujan dan mengecewakan apa ilusi-ilusi ini hadiah aku kerana bekerja keras menuju kamu? dan semestinya ilusi yang paling menenangkan adalah menemui kamu lantas terus jatuh cinta yang paling dalam hingga kedalaman muka bumi aku ragukan jatuh cinta yang paling besar hingga besarnya alam ini aku bimbangkan Aku yakini yang mencari lantas menemui hingga akhir nanti tetap sahaja dengan nama mu menyanyi aku menari aku deria-deria lantas bertumbuh melawan aras mencari cinta yang paling deras; Kamu pancaindera pantas bercambah lebih tegal menuju rindu yang paling tebal; Tetap Kamu, Penciptaku Rumah Gapena, 4 April 2015” PoemCintaPuisiManusiawiDuniawiPuisi ReligiUkhrawi Author:Nuratiqah Jani
“Ketakutan dan kebimbangan itu lahir dari jelmaan bayangan bagaimana pandangan mata mereka melihat kita. Hukuman-hukuman dunia yang membarisi akal fikir manusia sedikit sebanyak mengundang keterbatasan. Bila pun aku berkata aku telah dewasa dan bebas, tapi masih merasa terkongkong dan terikat, saat itulah aku percaya aku perlu berehat sebentar dari memikirkan hal-hal dunia yang tidak akan pernah puas dan habisnya. Apa yang sedang kau cari dan gali? Harta milik Qorun turun temurun? Gerun.” QuotesManusiawiDuniawi Author:Nuratiqah Jani