Quotessence
Home / Authors / Nuratiqah Jani

Nuratiqah Jani Quotes

Author

Filter quotes by topic

Famous Nuratiqah Jani Quotes

“Hilang dan menemukan Bahkan aku pun tiada mengerti. mungkin andai aku tak pernah kehilangan maka aku tak akan pernah menemukan mungkin andai kau tak pernah melintas di hadapan maka kau pun tidak aku temukan Tapi untuk setakat ini kalau belum juga melintas lintas lalu atau mungkin sahaja saat itu aku sedang mengerdipkan mataku atau aku membelakangimu Cepatlah datang dan ditemukan wahai jawapan belum pun diketemukan dah pun dirindukan Mana kamu wahai jawapan Biarpun masing terawang tapi kaki pun telah mendarati ruang berlantaikan langit beralasankan awanan Meru, 13 Feb 2015”

“Menuju Kamu Saat nama indah mu disebut-sebut mentari pun meredup rembulan pun menunduk alunan nama mu umpama ritma dengan bait-bait keindahan seakan ada tangan-tangan yang menjemput siapa pun yang mendengarkan terkumat-kamit menyanyi-nyanyi meliuk-lentok menari-nari bertemasya aku dengan nama mu biar kamu tak aku temukan namun kamu yang aku rasakan biar kamu tak mereka pedulikan namun kamu yang aku bicarakan kerana ini barangkali bukti mengerti kerana ini barangkali erti memahami masih berbicara tentang mu semilir angin menyinggahi waktu menyapa bahuku dingin dan nyaman ini umpama ilusi sayangku umpama titis embun yang terlihatkan di padang pasir yang bosan dan menghampakan umpama bintang timur yang bergemerlapan di langit hitam yang hujan dan mengecewakan apa ilusi-ilusi ini hadiah aku kerana bekerja keras menuju kamu? dan semestinya ilusi yang paling menenangkan adalah menemui kamu lantas terus jatuh cinta yang paling dalam hingga kedalaman muka bumi aku ragukan jatuh cinta yang paling besar hingga besarnya alam ini aku bimbangkan Aku yakini yang mencari lantas menemui hingga akhir nanti tetap sahaja dengan nama mu menyanyi aku menari aku deria-deria lantas bertumbuh melawan aras mencari cinta yang paling deras; Kamu pancaindera pantas bercambah lebih tegal menuju rindu yang paling tebal; Tetap Kamu, Penciptaku Rumah Gapena, 4 April 2015”

“Ketakutan dan kebimbangan itu lahir dari jelmaan bayangan bagaimana pandangan mata mereka melihat kita. Hukuman-hukuman dunia yang membarisi akal fikir manusia sedikit sebanyak mengundang keterbatasan. Bila pun aku berkata aku telah dewasa dan bebas, tapi masih merasa terkongkong dan terikat, saat itulah aku percaya aku perlu berehat sebentar dari memikirkan hal-hal dunia yang tidak akan pernah puas dan habisnya. Apa yang sedang kau cari dan gali? Harta milik Qorun turun temurun? Gerun.”