Quotessence
Home / Topics / Perenungan Quotes

Perenungan Quotes

Browse 3 quotes about Perenungan.

Perenungan Quotes

“NISAN KEEMPAT tanah pesarean hening. angin wetan membawa bau akar basah dan jejak rotasi yang belum hilang. aku berdiri di samping istrimu— tubuhnya goyah seperti daun sawo yang dipagut gerimis. anak-anakmu diam, mata mereka retak seperti kendi tua yang pernah jatuh di pawon rumah. dari kejauhan puisi tercenung ia tak menunduk. tak ikut berduka. ia hanya mencatat luka yang merembes pelan ke tanah liat. kafan menutupi wajahmu. pundakmu dipeluk tanah. suara cangkul terdengar seperti ratap yang tak ingin pergi. seekor prenjak meloncat di ranting randu. sekali. dua kali. hening. lalu terbang ke arah barat— seakan memberi kabar kepada leluhur bahwa satu jiwa telah kembali. asap dupa naik pelan seperti nyala yang kehilangan tuhan. di ujungnya warna abu bergetar mencari arah pulang. “Ruh…” hanya itu yang sempat keluar. sisanya adalah gumam yang tak sempat menjadi doa. dulu aku kehilangan kangmas Danu tanpa tahu apa artinya mati. lalu aku terlambat kepulangan Bapak. terlambat kepergian Ibuk. kini ketelambatan itu kembali duduk di belakangku seperti bayang waktu yang enggan beranjak. nisanmu ditegakkan. dingin. sederhana. tanpa nama. sepotong batu yang menimbang keberadaan dengan cara yang terlalu sunyi. dari sela tanah angin kecil muncul— membawa bau jamur, rumput liar, dan sesuatu yang tak dapat kusebut. mungkin itu suwung, mungkin langgatan, mungkin waskita getar kecil yang tersisa dari tubuhmu. anakmu memanggil pelan. istrimu menggigit bibir. aku menahan napas sebab tak ada kata yang benar-benar bisa mengantar jiwa. geguritan di kejauhan hanya penanda mengambil satu langkah mundur melipat waktu yang berjalan lambat cahaya sore mengiris tubuhnya tipis seperti garis di punggung keris tua. di langit awan bergerak ke selatan. pelan. seperti tangan yang ditangkupkan atau melambai bahwa sesuatu sedang ditutup. dan aku tahu— di bawah nisanmu satu pintu telah terbuka di dalam Syamaloka: pintu gelap yang menghubungkan Danu, Bapak, Ibuk, kau, dan batu nisan berikutnya yang mungkin adalah nisan dari batin kami sendiri. Desember 2025”