“Layaknya pertemuan, Tuhan selalu bertanggung jawab terhadap perpisahan Karena itulah Dia menciptakan rindu dan do’a untuk melangitkan nama-nama Kita tak punya kuasa memaku waktu, namun bisa memajang kenangan dalam gambar-gambar Menyulap runtutan cerita menjadi rentetan aksara Tidak ada kisah yang sempurna, karena pertemuan dicipta agar manusia bisa memaknai Bahwa di Semesta yang luas ini masing-masing kita hanya potogan-potongan puzle yang membutuhkan potongan-potongan jiwa lain untuk melengkapi Sedih, Bahagia, Canda, Tawa, Susah, senang Begitulah cara semesta bekerja dalam meramu setiap kisah anak manusia” RinduTuhanDoaPerpisahanPuisi Cinta Author:Firman Nofeki Sastranusa
“Perasaanku tau kapan harus menjadi sunyi dan kapan harus menjadi bingar Meski ia hanya sekedar bunyi yang tak bisa kau dengar” PerasaanSunyiCinta Dalam DiamPuisi Rindu Author:Firman Nofeki Sastranusa