“Batu di depan rumah bertuliskan namamu. Matahari mewarnai rambutnya, hujan membasuh jiwanya. Terkadang angin menggoncang kepalanya yang batu dan daun-daun mencoba menggantinya dengan yang baru. Ia kokoh di luar hening di dalam. Dalam namamu hidup batu sebentuk arca yang membiru.” Batu Book:Anak yang Bercakap-cakap dengan Tuhan Source: Anak yang Bercakap-cakap dengan Tuhan