“Berikanlah aku kulit kerang Untuk selalu kuingat, hidup ini sementara. Bagai pelangi akhirnya hilang Bagai matahari akhirnya terbenam. Kalau aku pergi lagi ke hadapanmu Akan tertinggal tapakku di pasir. (Ingatan Terhadap Laut Yang Jauh)” PuisiAlamPergiLautPemergian Book:Hanya Langit Meratap Source: Hanya Langit Meratap
“Kalau kukenang, dulu tidak mudah untuk bertiarap, mengengsot, merangkak, berlunjur. Alangkah payah untuk bangun berdiri menjadi manusia. Tetapi betapa mudah pula untuk menjadi tua. (Sajak 2014, Mengenang Hari Lahir)” PuisiKemanusiaanTuaUlang Tahun Book:Hanya Langit Meratap Source: Hanya Langit Meratap
“Perang membakar rumah dan sekolah. Huruf dan angka menyala hangus. Yang akan ditinggalkan untuk masa depan kami bara dan arang. (Ke Manakah Lagi?)” PuisiKemanusiaanPerang Book:Hanya Langit Meratap Source: Hanya Langit Meratap
“Kauberikan aku, jalan panjang, sayup-sayup samar-samar hujungnya ke baris akhir puisi. Menelusur jalan berliku menjadi berkelok makna. Kauberikan gunung, kabus menjadi huruf-huruf. (Selamat Tinggal, Indonesia)” PuisiBahasa Book:Matahari Itu Jauh Source: Matahari Itu Jauh
“Selebihnya lagi, sejumlah besar, tebal halaman sejarah penjajah yang sudah berdebu. Yang tidak boleh dipinda, dibaiki apa-apa lagi, termasuk koma dan noktah. (Istana Maimon)” PuisiPenjajahanImperialismePascakolonial Book:Matahari Itu Jauh Source: Matahari Itu Jauh