“Segalanya telah terlambat dan ia tetap bukan milik siapa-siapa. Alat-alat kosmetik yang paling muthakir dan makanan yang paling bergizipun tidak lagi banyak dapat membantunya. Pada waktu itulah Nuning baru menyadari sepenuhnya bahwa segalanya hanyalah sementara, termasuk kecantikan yang dimilikinya. Kesementaraan itulah yang melemparkan manusia ke puncak atau membenamkannya ke dasar yang paling dalam. Kesementaraan itulah yang membuat manusia saling berkejaran dengan waktu. Ketinggalan mungkin akan mempertemukan manusia pada kehancuran, di samping akan menghadapkannya pada berbagai alternatif yang lebih mengerikan.” TimeSolitudeAgingWomanhoodGetting OldImpermanence Book:Wanita Itu Adalah Ibu Source: Wanita Itu Adalah Ibu