“Kami adalah anak manusia biasa, sangat biasa, campuran antara jahat dan baik, seperti jutaan anak yang lain. Boleh jadi pada saat ini dalam diri kami terdapat lebih banyak yang baik daripada yang jahat, tetapi sebabnya tidak perlu dicari lebih jauh. Orang yang hidup dalam lingkungan yang sederhana, tidak sukar untuk menjadi baik; seolah-olah dengan sendirinya dia akan menjadi baik. Sama sekali bukan hikmat, bukan suatu jasa untuk tidak berbuat jahat; apabila tidak terbuka kesempatan bagi kita untuk berbuat demikian. Kelak apabila kami telah meninggalkan sarang orang tua yang hangat dan aman; berdiri dalam kehidupan manusia sepenuhnya; di situ tidak ada lagi tangan orang tua yang setia memeluk kami. Jika di sekeliling hidup kami angin ribut mengamuk dengan garang, tidak ada tangan yang penuh cinta menopang dan memegang kami. Jika kaki kami goyang, barulah pertama-tama akan nyata, apa sebenarnya kami ini.”
Quote by Sulastin Sutrisno
Work
Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Browse quotes and source details for this work. more
Author
You May Also Like
“Ana nyawa ana upa. Ada nyawa ada rejeki.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Tugas manusia ialah menjadi manusia.”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Ketidaksetaraan inilah yang menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi.”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bila golongan atas sudah berpendidikan, maka pendidikan seluruh bangsa hanya soal waktu saja.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya