“Bermimpilah terus, bermimpilah terus, bermimpilah selama kamu dapa bermimpi! Apabila tiada mimpi, apakah jadinya hidup? Keadaan yang sesungguhnya biasanya sangat kejam. Barang kali memang betul apa yang dikatakan orang, bahwa sebenarnya kami harus tinggal seorang diri di sebuah pulau yang tidak didiami manusia! Tetapi jika demikian, orang lalu betul-betul akan memikirkan diri sendiri saja bukan? Saya kira kami harus hidup dengan dan untuk orang banyak. Itulah tujuan hidup, untuk membuat hidup indah! Derita akan meluhurkan, sekurang-kurangnya kalau orangnya baik. Dalam hal lain derita justru akan merendahkan. Juga kami akan berubah. Bagaimana perubahan itu hanya Tuhan yang tahu. Yang kami ketahui hanyalah, kami bukanlah lagi anak-anak yang lela.”
Quote by Sulastin Sutrisno
Work
Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Browse quotes and source details for this work. more
Author
You May Also Like
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Praktek teori "menderita dahulu baru bahagia" sangatlah berat penanggungannya!”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Selamat Berpelita
Source: Dunia Tanpa Huruf R
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Harta paling suci di dunia ialah hati laki-laki yang luhur.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya