“Kartini adalah pendekar. Ia bukan pendekar busana, melainkan pendekar sastra. Perjuangannya bukanlah agar kaum perempuan suka berkain kebaya, melainkan suka membaca.”
Source: Selamat Berpelita
“Ia memang telah meninggal, namun semangat patriotiknya tak pernah usang. Tak sulit untuk menemukan Kartini di masa kini, banyak tokoh perempuan yang begitu menginspirasi. Pintar, rupawan, sukses, kaya raya, dermawan dan kharismatik banyak dijumpai di khalayak ramai,” ujarku membuka cerita.
“Tapi itu terlalu jauh, banyak yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sosok bu Jumiati salah satu diantaranya, guru yang senantiasa berbagi ilmu untuk kita semua. Bidan, artis bahkan mungkin tukang sapu sekolah kita bisa jadi menjadi Kartini masa kini,” pungkasku disambut tepuk tangan bu Jumiati dengan mata sembab.
(Kartini Masa Kini, Dunia Tanpa Huruf R)”
Source: Dunia Tanpa Huruf R
“Sebab barang siapa tidak dapat merasakan sakit, dia juga kebal terhadap rasa gembira. Barang siapa tidak menderita, tidak juga dapat merasakan nikmat yang sesungguhnya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Harta paling suci di dunia ialah hati laki-laki yang luhur.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Ingin benar saya mengetahui agar daya dapat mengerti. Itulah yang kami ingini benar!”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Pendapat Eddie betul, bahwa Bangsa Jawa adalah bangsa yang hidup dalam dongeng dan hikayat.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Anak Bangsa Jawa sendirilah yang seharusnya memperdengarkan suaranya, agar Bangsa Belanda memperoleh pandangan yang lebih baik mengenai Bangsa Jawa dan menaruh simpati kepada bangsa itu.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Cutting out that distraction, focusing on my lighthouse and goals, and defining the success I was and still am chasing was freeing.”
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Kalau ada kepentingan besar, kepentingan kecil harus diabaikan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Minta, bagi kami terlalu mengerikan, walaupun kamu tahu bahwa permintaan kami tidak akan ditolak. Dalam hal ini satu-satunya cara untuk mencapai tujuan ialah minta.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya