Quotessence
Home / Quotes / Quote by Maya Banks

Quote by Maya Banks

“Oh my Jesus," she breathed. "Evangeline, what do you do with all these wonderful young men?" Evangeline choked and Drake squeezed her hand beneath the table, his features working up and down as he tried to suppress his laughter over Evangeline's mortification. Maddox smirked while Silas's lips turned up into a slow grin. "Not nearly enough," Maddox said morosely.”

Quote by Maya Banks

Work

Dominated

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Maya Banks
Maya Banks

Maya Banks is a renowned American romance novel author, known for her passionate stories and deeply relatable characters. Her works span various romance genres, including romantic love, passionate adventure, and fantasy romance. Maya Banks' novels are widely popular around the world and have a large readership. more

You May Also Like

“Almost finished my second guide book into all Truth, revealing my DNA and the amazing writings and revelations of Enoch, the earthly man who walked with God Most High, before eventually being raised from this Earth Plane alive.”

“Penulis fiksi tidak bisa menyimpan rahasia. Untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, seorang penulis harus bisa membuka dirinya - seluas dan sedalam mungkin - untuk dicela, dicemooh dan dilihat orang. Ini resiko profesi. Fiksi adalah bentuk tulisan paling jujur yang akan pernah kau temui. Imajinasi adalah manifestasi pikiran, iman, serta ketakutan. Tiga hal yang membentuk pribadi manusia. Tanpa imajinasi, kita - penulis - tidak punya apa-apa. ~ Winter Dreams”

“Saya ingat permainan yang Ibu ajarkan kepada saya, sebuah karton dilubangi tengahnya dan saya harus menggapai bola yang ditaruh di baliknya. Ketika saya berhasil menggenggam bola di balik lubang itu, Ibu meminta saya untuk melepaskannya. Tentu saja saya tidak mau karena sebelumnya sudah sulit bagi saya untuk mendapatkan bola itu. Sebelum kamu menggenggam bola itu, ia hanyalah imajinasimu. Dan ketika kamu mendapatkannya ia menjadi obsesimu. Namun, keduanya tetap tidak akan menjadi nyata ketika kamu tidak dapat melihatnya karena terhalang oleh karton itu. Karton itu adalah dirimu. Dan diri sendiri adalah musuh terbesar pada setiap manusianya. Penghalang kita untuk belajar melepaskan sesuatu yang hanyalah imajinasi dan obsesi saja. Tidak nyata.”