Quotessence
Home / Quotes / Quote by Andrzej Sapkowski - A Espada do Destino

Quote by Andrzej Sapkowski - A Espada do Destino

“Cada mito e cada fábula deve ter algumas raízes. E algo está entre essas raízes. Na maioria das vezes um sonho, um desejo, um anseio. Fé de que não há limites para possibilidades. E ocasionalmente uma chance.”

Quote by Andrzej Sapkowski - A Espada do Destino

Author

Andrzej Sapkowski - A Espada do Destino

Browse famous quotes and profile details for Andrzej Sapkowski - A Espada do Destino. more

You May Also Like

“UNO CON EL SOL PONIENTE El viento, la tierra, el polvo El cielo, el sol, los cielos Nos dan forma Nos dan percepción – Aquí y ahora Instilando pasión y poesía Mito y astrología En nuestras Almas Con una visión Para que crezcamos, Moldeando sabiduría en las profundidades de nuestra Alma Cuándo llegará el tiempo Para que nosotros compartamos Todo lo que sabemos Infinito Ser Ven a mí Háblame Nosotros somos Uno.”

“Pandora Apa yang mungkin engkau yakini sebagai hukuman, Kay? Bukankah langkah, semestinya tidak tinggalkan jejak yang kemudian hari ingin engkau ingkari. Kenangan adalah getah yang menitik dari luka sebatang pohon. Sedang ingatan pilu yang terkubur di halaman adalah tulang-tulang yang digali oleh anjing-anjing pencuri di malam hari. Siapa yang akan datang untuk mencintaimu dengan wajah yang carut marut serupa itu, Kay? Tangkapan layar itu tak akan pernah menyatakan kebohongan selain apa yang sengaja engkau niatkan dari semula. Apapun yang coba kau sembunyikan di balik topeng _masquerade_ berenda selamanya tak akan pernah pergi. Kau tak mungkin jadi bunglon yang cukup pintar menyamarkan ketelanjanganmu sendiri. Sebagaimana waktu telanjur menelan seluruh kehadiranmu. Detik demi detik, hari-hari yang telah lalu atau tahun yang akan datang. Engkau tak akan pernah bisa berpaling. Bagaimana kau yakin pada diri sendiri? Semua jejak yang engkau tinggalkan bukan petilasan kebodohan atau artefak kebohongan. Buah terlarang yang dipetik Eva dari taman Eden yang hilang. Telah menjelma menjadi labirin dalam diri anak keturunannya. Ia telah menjelma jadi Pandora! Kotak celaka yang lalu mengutuknya Jadi wanita kesepian seumur hidup! 2024 - 2025”

“Lahore is a delicious city. A mottled mess of vanishing history and new regimes. Lahore becomes ominous when you are in Morgantown. Lahore becomes a quiet mirage, an odd spectacle hung in time that only moves how you want it to move. It only moves when you want it to move. It does not speak to you or wail for you, yet you write only about Lahore. You preserve it in your poetry. You suppress it in a verse. You capture it in the refrain of a poem: its beating heart, its howls and cries, its chuckle. Yes, Lahore chuckles. The colonial drawing room in your mother’s house. The pale light that slithered through the bedroom curtains. The moth your father captured in his palm when you were a child. And then he kissed the brown wings to show you that the moth was a friend. The goodness of the gardener who gave you jasmine flowers every evening. The ceramic bowl with painted tulips where you placed the flowers. The horrid monsoon rains that killed the houseboy. How long can a stanza sustain the scuffling of a city?”

“Even among schemata, competition leavened with cooperation is sometimes both possible and advantageous. In the realm of theories, for instance, competing notions are not always mutually exclusive; sometimes a synthesis of several ideas comes much closer to the thruth than any of them does individually.”