“Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkan secara jelas kepada murid-murid.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Dalam tangan anaklah terletak masa depan dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang merupakan masa depan itu.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Patience is a greate Blessing, Don't Leave this Blessing Because Of people's nonsense”
“Saya anggap suatu dosa apabila mendidik anak-anak yang menjadi harapan masa depan tanpa kemampuan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas besar yang menurut pandangan saya sagat mulia dan suci itu.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Kami anak-anak perempuan tidak boleh mempunyai pendapat, kami harus menerima dan menyetujui serta mengamini semua yang dianggap baik oleh orang lain.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Tidak berhak menjadikan anak lahir kalau orang tidak mampu menghidupinya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Angkatan muda, tiada pandang laki-laki atau perempuan wajiblah berhubungan. Masing-masing secara sendiri-sendiri dapat berbuat sesuatu untuk memajukan, meningkatkan derajat bangsa kami. Tetapi apabila kami bersatu, mempersatukan kekuatan kami, bekerja bersama-sama, maka hasil usaha kami akan lebih besar. Bersatu kita kukuh dan berkuasa.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Adapun sekarang teman setia, saya akan bercerita kepadamu. Tentu saja benar-benar dari hati ke hati tentang berbagai hal mengenai rencana kami. Jalan bagi kami untuk berdiri sendiri akan terbuka. Dengan demikian sekaligus kami dapat mengabdikan diri kepada sesama manusia seperti: dokter, bidan, guru, pengarang, ahli dalam berbagai seni rupa. Jalan yang lainnya masih terbuka juga bagi kami untuk hidup berdiri sendiri. Tetapi kami tidak ingin menempuh jalan itu, karena pekerjaan itu tidak bermanfaat bagi bangsa kami. Apakah gunanya bagi bangsa kami apabila kami misalnya menjadi pembantu apoteker, pemegang buku, pengetuk kawat, klerek pada salah satu kantor dan lain-lain macam itu? Lingkungan kerja dan kehidupan terikat kepada pekerjaan seperti itu tidak menarik hati kami. Kami ingin hidup kaya dengan jasa dan penuh dengan cita-cita.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Dokter itu terang jabatan yang amat baik, tidak semua orang dapat menjadi dokter.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Kepercayaan meletakkan kewajiban besar”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya