Quotessence
Home / Quotes / Quote by Abhijit Naskar

Quote by Abhijit Naskar

Work

Handcrafted Humanity: 100 Sonnets For A Blunderful World

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Abhijit Naskar

Browse famous quotes and profile details for Abhijit Naskar. more

You May Also Like

“Privilege increases the odds of having things your own way, of being able to set the agenda in a social situation and determine the rules and standards and how they're applied. Privilege grants the cultural authority to make judgments about others and to have those judgments stick. It allows people to define reality and to have prevailing definitions of reality fit their experience. Privilege means being able to decide who gets taken seriously, who receives attention, who is accountable to whom and for what. And it grants a presumption of superiority and social permission to act on that presumption without having to worry about being challenged.”

“Saya tahu apa sebabnya mereka itu begitu takutnya kepada saya. Saya lah satu-satunya perempuan yang telah membuka kedok mereka dan memperlihatkan muka kenyataan buruk mereka. Mereka menghukum saya sampai mati bukan karena saya telah membunuh seorang lelaki —beribu-ribu orang yang dibunuh tiap hari— tetapi karena mereka takut untuk membiarkan saya hidup. Mereka tahu bahwa selama saya masih hidup mereka tidak akan aman, bahwa saya akan membunuh mereka. Hidup saya berarti kematian mereka. Kematian saya berarti hidup mereka. Mereka ingin hidup. Dan hidup bagi mereka berarti semakin banyak kejahatan, semakin banyak perampokan, perampasan yang tak terbatas. Saya telah memang atas keduanya, kehidupan dan kematian, karena saya sudah tidak lagi mempunyai hasrat untuk hidup, juga tidak lagi merasa takut mati. Saya tidak mengharapkan apa-apa. Saya tidak takut apa-apa. Karena selama hidup itu adalah keinginan, harapan, ketakutan kita yang memperbudak kita. Kebebasan yang saya nikmati membuat mereka marah. Mereka ingin mengetahui, bahwa bagaimanapun juga ada sesuatu yang saya inginkan, harapkan, dan takutkan. Kemudian mereka akan tahu bahwa mereka dapat memperbudak saya lagi.”