“Saya tahu apa sebabnya mereka itu begitu takutnya kepada saya. Saya lah satu-satunya perempuan yang telah membuka kedok mereka dan memperlihatkan muka kenyataan buruk mereka. Mereka menghukum saya sampai mati bukan karena saya telah membunuh seorang lelaki —beribu-ribu orang yang dibunuh tiap hari— tetapi karena mereka takut untuk membiarkan saya hidup. Mereka tahu bahwa selama saya masih hidup mereka tidak akan aman, bahwa saya akan membunuh mereka. Hidup saya berarti kematian mereka. Kematian saya berarti hidup mereka. Mereka ingin hidup. Dan hidup bagi mereka berarti semakin banyak kejahatan, semakin banyak perampokan, perampasan yang tak terbatas. Saya telah memang atas keduanya, kehidupan dan kematian, karena saya sudah tidak lagi mempunyai hasrat untuk hidup, juga tidak lagi merasa takut mati. Saya tidak mengharapkan apa-apa. Saya tidak takut apa-apa. Karena selama hidup itu adalah keinginan, harapan, ketakutan kita yang memperbudak kita. Kebebasan yang saya nikmati membuat mereka marah. Mereka ingin mengetahui, bahwa bagaimanapun juga ada sesuatu yang saya inginkan, harapkan, dan takutkan. Kemudian mereka akan tahu bahwa mereka dapat memperbudak saya lagi.”
Quote by Nawal El Saadawi
Book:Woman at Point Zero
Work
Woman at Point Zero
This novel delves into the life of a woman living in poverty in Egypt, highlighting her struggles and resilience in the face of adversity. more
Author
You May Also Like
Source: Gadis Pantai
Source: Less Is More: How Degrowth Will Save the World
Source: The Unbearable Lightness of Being
Source: Neden Türk: The Gospel of Secularism
“Advancement that serves only the privileged is no advancement.”
Source: Neden Türk: The Gospel of Secularism
Source: Clash
Source: Woman at Point Zero
