Quotessence
Home / Quotes / Quote by Goenawan Mohamad

Quote by Goenawan Mohamad

“Ketika akidah menjadi teknik (dari kata technc) yang merancang menusia agar tak tergantung kepada nasibnya yang lemah dan mudah berdosa, dan agar manusia siap menghadapi kebetulan, godaan yang memergokinya di jalan. Hukum dan fikih mungkin sebuah teknologi penyelamatan.”

Quote by Goenawan Mohamad

Work

Catatan Pinggir 7

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad, born on July 29, 1941, is a renowned Indonesian poet. His poetry is deeply influenced by Indonesian culture, showcasing rich emotions and profound thoughts. Goenawan Mohamad's works hold an important position in the Indonesian literary world and are considered one of the representatives of modern Indonesian poetry. more

You May Also Like

“The Dark Cloud Is the emotional baggage that you got from the hatred and hostility you were dealt because you tried to succeed Is the short end of the stick that outsiders receive even though they are the ones who lead Is the mental health crisis of your close family members because they went through war Is the appalling behavior of jealous fools who choose to keep score”

“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta; Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah…. Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna. Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah… Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.”