Quotessence
Home / Quotes / Quote by Nawal El Saadawi

Quote by Nawal El Saadawi

“Putriku, bagaimana kau tahan sedemikian banyak penderitaan dan kepedihan? Bagaimana aku menahannya bersamamu dulu? Selalu kurasa, putriku, bahwa engkau mampu melakukan apa saja, memindahkan gunung atau menghancurkan batu-batu karang, walaupun tubuhmu kecil dan lemah seperti juga diriku. Namun ketika kaki-kakimu yang kecil mungil menendang-nendang dinding lambungku, aku berkata kepada diriku: Tuhan, kekuatan yang apa ada dalam tubuhku ini? Gerakanmu kuat ketika kau masih sebuah janin dan mengguncangku dari dalam, sebagaimana gunung berapi yang mengguncang bumi. Namun kutahu bahwa engkau sekecil diriku, tulang-tulangmu kecil seperti tulang-tulang ayahmu, setinggi dan serampingnenekmu, sedangkan kedua kakimu sebesar kaki para nabi. Ketika kau lahir, nenekmu mengatupkan bibirnya dalam kesedihan dan berkata: Ah, seorang anak perempuan dan jelek lagi! Bencana ganda! Kutegangkan otot-otot lambungku untuk menahan rasa sakit di rahimku dan menghentikan darah dan sambil bernafas dengan sulit karena kelahiranmu sukar dan aku menderita seakan-akan kulahirkan sebuah gunung, kukatakan kepada nenekmu: Bagiku ia lebih berharga daripada seisi dunia ini! Kudekap engkau ke dadaku dan aku pun tertidur nyenyak. Dapatkah aku, Putriku, kembali menikmati saat tidur nyenyak ketika engkau berada di dalam diriku atau setidak-tidaknya dekat denganku sehingga dapat kuulurkan tanganku untuk menyentuhmu? Atau ketika engkau berada di kamarmu di sebelah kamarku sehingga aku dapat berjingkat untuk menjengukmu waktu kau tidur?”

Quote by Nawal El Saadawi

Work

In Camera

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Nawal El Saadawi
Nawal El Saadawi

Nawal El Saadawi is an Egyptian writer, physician, and feminist. Her works widely address themes such as women's status, gender equality, and social justice. Born on October 27, 1931, her works have had a profound impact in the Arab world and globally. more

You May Also Like

“Odavno znam da nema pogrešnih osećanja, ali sad znam da je bol jedini stvaran i da je bol, jebiga – da je bol prag koji treba da se pređe, da bi se sišlo u suštinu, u srž života, pa i dublje od toga. Nismo predodređeni ni za šta drugo, ali najveći broj ljudi ne ide dalje. Poseku se i na posekotinu nalepe flaster. Neće u ranu nabiti čiodu i kopati po njoj, nego će popiti Panadol, Brufen, Aspirin. Što dalje od shvatanja da je posle bola skoro beskorisno doživeti bilo šta drugo...!”

“„Vidiš, prihvatiš li bol – uživala u njemu ili ne – podstičeš kontrolu nad telom. Budi se potreba da bolom, pa i samom sobom, u svakom smislu ovladaš.” „Mišel Fuko bi to verovatno nazvao vidom samodiscipline”, rekao sam, „jer je pokoreni u isto vreme i onaj koji disciplinuje i onaj koji se disciplinuje – pa i posredno, putem pristanka da bude disciplinovan.” „Zar nije zanimljivo to što nam, za ma kakav značajan preobražaj, treba nekakav pokretač?”, rekla je Valerija. „Pokretanje nekog procesa je neminovno za promenu... Međutim, to i nema nekog smisla kad se shvati da je čitav život neprekidan proces promene.” „Da, ali čovek to i ne doživljava baš tako”, rekla je Irina. „Zato mu je potrebna zamisao o tom – pokretaču.”

“As soon as somebody starts talking about times when they felt excluded, betrayed, or wronged, stop and listen. When somebody is talking to you about pain in their life, even in those cases when you may think their pain is performative or exaggerated, it’s best not to try to yank the conversations back to your frame. Your first job is to stay within the other person’s standpoint to more fully understand how the world looks to them. Your next job is to encourage them to go into more depth about what they have just said. “I want to understand your point of view as much as possible. What am I missing here?” Curiosity is the ability to explore something even in stressful and difficult circumstances. Remember that the person who is lower in any power structure than you are has a greater awareness of the situation than you do. A servant knows more about his master than the master knows about the servant. Someone who is being sat on knows a lot about the sitter—the way he shifts his weight and moves—whereas the sitter may not be aware that the sat-on person is even there.”