“Untuk sebentar, mereka bahagia. Untuk sejenak, semua terasa sempurna. Mereka tertawa bersama, meski tahu ini tak untuk selamanya. Tapi bukankah semua kehidupan begitu? Untuk beberapa saat, mereka tidak ingin mengingat, bahwa setelah ini ada yang akan berkemas menjauh.”
Quote by Lucia Priandarini
Book:Dua Garis Biru
Work
Dua Garis Biru
Browse quotes and source details for this work. more
Author
You May Also Like
“Seandainya aku patah hati, semoga itu jenis patah hati yang melarangku mematahkan hati orang lain.”
“Hal terbaik dari jatuh cinta adalah segalanya menjadi pelajaran bahkan di bagian patah hatinya.”
Source: I See Heart in Earth
“Kita pun kini paham bahwa takada yang abadi –termasuk kita− dalam puisi.”
“In one-to-one combat or ten thousand-to-ten thousand combat, the Way of war is the same.”
Source: Gorin no Sho & Dokkodo: Miyamoto Musashi