“Anggap saja pertemuan di awal huruf dalam doaku adalah sapaan manja untukmu Aku akan mengajakmu menyusuri barisan puisi Kubangun sebuah pohon rindang agar kita bisa berteduh dari jauhnya jarak pandang Setiap waktu hatiku meredamkan gelisah langkahnya Ada gurat rasa yang masih merunduk malu-malu untuk kumengerti Disetiap alur jalan yang Allah hadiahkan Kita masih berpapasan, menatap jawaban, Sebab mata masih enggan bersinggungan Diantara poros takdir, kuingin engkaulah rotasiku Tempat barisan ingatan berputar pada titik yang sama, Terjebak dalam lingkaran bahagia yang tak berjeda Kisah yang belum runtun ini biarkan Allah menata Karena kita telah menitipkannya, maka percayakan ia pada penciptaNya”
Quote by firman nofeki
Author
You May Also Like
Source: Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
Source: Langit Membuka Lipatan
“Ikhlas adalah cara terbaik untuk membebaskan segala kebaikan yang dilakukan”
“Semakin banyak yang anda relakan, semakin besar keluasan diri yang anda rasakan.”
Source: Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh