Quotessence
Home / Quotes / Quote by Rasmenia Massoud

Quote by Rasmenia Massoud

Work

Tied Within

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Rasmenia Massoud

Browse famous quotes and profile details for Rasmenia Massoud. more

You May Also Like

“But in all that suffering, the most painful suffering of all was the consciousness that it was banal, had all been discovered a long time ago, and was known to all the generations past, all just a repeated series, stamped out by our genes, That the universe was filled to its edges groans as alike as two notes, that those particular groans formed one great groan similar to the shrill parliament of the sparrows and that groan became an interstellar roar, the inaudible groan of the aging cosmos.”

“Jalang Ada sekuntum mawar di dadamu dan dusta di mulutmu. Sesungguhnya, Kau tak menggonggong serupa anjing yang tolol. Kau hanya tak mengindahkan hal lain, selain rasa laparku. Kaugigit tulang dari kedalamanku yang perih. Mata yang tak peduli dan hasrat untuk membunuh. Gelegak darah ini sama kejinya dengan tikam amarah. Api yang kau sembunyikan di balik mata pisau beringas. Pada dadamu yang terbelah jantungmu yang memerah. Kejalangan yang kau tunjukkan tanpa penyesalan dan rasa malu. Lagak lagumu tak semerah gincu yang kau kenakan malam itu. Dan apakah itu... secarik kain sewarna darah yang tak mampu menutupi kemesumanmu dari dunia? Dari dulu sekali, Kau sudah bukan milikku lagi! ... Kau sudah jadi milik semua orang. Semua kata cinta yang kau obral dengan murah. Haram jadah yang terlahir dari mimpi basah di siang bolong. Mimpi tempatku menghabiskan waktu. Waktu dan seluruh kesia-siaan. Waktu yang tak bernilai; Onggokan sampah! Sumpah serapah dan omong kosong. Waktu yang membusuk dalam pikiran semua orang. Mereka yang tak lebih anjing dari diriku sendiri. Mereka yang penuh gairah menanti saat tiba jam pertunjukan dengan air liur menetes. Mereka, yang menyulam benang laba-laba itu ke dalam pikiranmu. Seutas rambut yang lebih tipis dari harga diri dan kehormatan. Nilai yang kau sendiri Bahkan tak peduli. Bodohnya lagi, seperti yang selama ini terjadi... Aku masih saja duduk terpaku di depan layar menyesatkan itu menunggu... Merasa lebih, memiliki dirimu Lebih dari siapa pun, Kay! 2024 - 2025”

“People boast about having a gentle soul. I'll tell you right away, I am not gentle, I am the pinnacle of everything that is violent in nature. Yet nobody has ever seen me violent - you know why? Because gentleness is not the absence of violence, gentleness is the mastery over violence.”