Quotessence
Home / Quotes / Quote by Teun Voeten

Quote by Teun Voeten

Author

Teun Voeten

Browse famous quotes and profile details for Teun Voeten. more

You May Also Like

“Amerika schendt ook mensenrechten. De wreedheden in de Iraakse Abu Graib-gevangenis zijn een goed voorbeeld. Maar in de VS kan je dat zeggen zonder gestraft te worden. Er wordt voordurend een open, eerlijk en hard debat gevoerd. Dat is typisch voor de Westerse cultuur: debat. Zelftwijfel om jezelf te verbeteren. Streven naar de waarheid, en, terwijl er verschillende interpretaties bestaan, interpretaties rangschikken volgens feitelijke toetsing.”

“Ano pong ibig sabihin nitong preventive detention? The meaning of preventive detention is Mr. Marcos thinks that next month, you will commit a crime, he can now order you arrested so you will not be able to commit your crime. Anong klaseng batas iyan? Iniisip mo pa lang eh nabilanggo ka na eh. Aba’y hayop kako itong batas na ito. Eh kung totoo ito, eh lahat ng lalaking diborsyado na nag-iisip pa lang magliligaw, patay na sa asawa.”

“Lintasan hati penggerak keinginan itu ada dua jenis; yang mengajak ke arah kejahatan atau yang membawa kepada akibat yang buruk, dan yang mengajak ke arah kebaikan atau yang mendatangkan manfa'at di akhirat kelak. Kedua-dua lintasan hati ini sangat berbeza di antara satu sama lain dan masing-masing mempunyai namanya yang tersendiri. Lintasan hati yang baik dinamakan ilham, dan lintasan hati yang dikeji dinamakan waswas. Lintasan-lintasan hati ini adaah berupaya kejadian dan setiap kejadian itu tentu ada yang menjadi dan menyebabkannya. Kejadian-kejadian yang berlainan menunjukkan sebab-sebab yang berlainan pula. Terangnya sesebuah rumah itu tentulah bukan berpunca dari sesuatu yang menyebabkannya menjadi gelap. Begitu juga dengan keadaan terang dan gelapnya hati yang mana sebab kedua-duanya adalah berbeza. Sebab lintasan yang mengajak ke arah keyakinan dinamakan malaikat, dan sebab lintasan hati yang mengajak ke arah kejahatan dinamakan syaitan. Keadaan yang dengannya hati bersedia untuk menerima ilham kebaikan dinamakan taufiq, dan keadaan yang dengannya hati bersedia untuk menerima waswas (bisikan) syaitan dinamakan khazlan (pengecewa).”

“Ketika ia pergi, cintaku kepada Shrivasthi tetap abadi. Tak ada hal yang pernah berubah atas apa yang aku rasakan. Bagiku Srivashti akan selamanya abadi. Aku mungkin saja binasa bersama kepedihanku. Tapi sebagaimana cinta Srivashti, demikian pula cintaku kepadanya akan selamanya abadi. Cinta ini melampaui diriku dan juga dunia. Seperti mata air yang akan selalu mengalir melewati aliran sungai menuju laut keabadian. Melampaui waktu, melampaui segala kenangan. - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”