Quotessence
Home / Quotes / Quote by Alex M. Vikoulov

Quote by Alex M. Vikoulov

“I grew up fascinated by such concepts as the Vulcan mind meld, and sometimes thinking about how a mere human could one day transition to the planetary consciousness by fusing his or her mind with other minds. It turned out that future is way more fully loaded with options than I have ever thought possible. Thanks to exponential techno-advances, science fiction turns into science fact, every single day.”

Quote by Alex M. Vikoulov

Work

The Syntellect Hypothesis: Five Paradigms of the Mind's Evolution

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Alex M. Vikoulov

Browse famous quotes and profile details for Alex M. Vikoulov. more

You May Also Like

“Yes, yes. Everybody wants something. I’m glad my job’s gotten less demanding, in this modern age. Don’t have to tolerate as many prayers. Though, some gods see that as a negative. But I see prayers as giving man false power. If you want to empower a human—to give him real potential—you teach him the Arts. You give him power he can control. Like Alchemy. People’ve forgotten my hand in Alchemy. Now they always relate me to volcanos and blacksmiths. I’m more.” He took the towels from Dorian, to toss them. “Am I not an Arch-chemic, Dori?”

“The concept of fourth-generation wars simply refers to the use of disinformation, funding subversive N.G.O.s, and spreading rumours as a method for warfare, broadening the concept of war to include non-military action. This endlessly elastic concept is a godsend for conspiracy theorists and provides endless justification for state repression.” Chapter “Genesis”, page 33”

“Maka kuhimbau saudara saudaraku muslimin yang kumuliakan, hati yang jernih menerima hal hal baru yang baik adalah hati yang sehati dengan Abubakar shiddiq ra, hati Umar bin Khattab ra, hati Zeyd bin haritsah ra, hati para sahabat, yaitu hati yang dijernihkan Allah swt. Dan curigalah pada dirimu bila kau temukan dirimu mengingkari hal ini, maka barangkali hatimu belum dijernihkan Allah, karena tak mau sependapat dengan mereka, belum setuju dengan pendapat mereka, masih menolak bid’ah hasanah, dan Rasul saw sudah mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak ikhtilaf, dan peganglah perbuatanku dan perbuatan khulafa’urrasyidin, gigit dengan geraham yang maksudnya berpeganglah erat erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka. Allah menjernihkan sanubariku dan sanubari kalian hingga sehati dan sependapat dengan Abubakar Asshiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib kw dan seluruh sahabat.. amiin”

“Saudara saudaraku yang kumuliakan, kita tak bisa berfatwa dengan buku buku, karena buku tak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu, bukanlah berarti kita tak boleh membaca buku, namun maksud saya bahwa buku yang ada zaman sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa-fatwa Imam Imam terdahulu, terlebih lagi apabila yang dijadikan rujukan untuk merubuhkan fatwa para imam adalah buku terjemahan.”

“Dengan segala kehebatannya dalam dunia keilmuan, tengoklah bagaimana sikap 'tahu diri' seorang al-Ghazali. Beliau tetap menempatkan dirinya di bawah mazhab Shafii dalam soal metodologi ushul fiqh. Beliau tidak merasa lebih hebat dari Shafii. Banyak ilmuan besar Islam tetap memelihara sikap adil dan beradab dalam mengkaji dan menyebarkan ilmu kepada masyarakat.”