Quotessence
Home / Quotes / Quote by Tatyana Tolstaya

Quote by Tatyana Tolstaya

“Of course, if someone hurts me or my body, it's not funny. I get mad, no kidding. But that's if it's me. If it's someone else, it's funny. Why? Because me -- that's me; and him -- that's not me, it's him. But the Oldeners say: Oh, horrors!”

Quote by Tatyana Tolstaya

Work

The Slynx

This novel explores themes of survival, adaptation, and the human condition in a world reshaped by the Slynx pandemic. more

Author

Tatyana Tolstaya
Tatyana Tolstaya

Tatyana Tolstaya, born on May 3, 1951, is a Russian television writer known for her profound emotional expression and sharp insights into social issues. more

You May Also Like

“Putriku, bagaimana kau tahan sedemikian banyak penderitaan dan kepedihan? Bagaimana aku menahannya bersamamu dulu? Selalu kurasa, putriku, bahwa engkau mampu melakukan apa saja, memindahkan gunung atau menghancurkan batu-batu karang, walaupun tubuhmu kecil dan lemah seperti juga diriku. Namun ketika kaki-kakimu yang kecil mungil menendang-nendang dinding lambungku, aku berkata kepada diriku: Tuhan, kekuatan yang apa ada dalam tubuhku ini? Gerakanmu kuat ketika kau masih sebuah janin dan mengguncangku dari dalam, sebagaimana gunung berapi yang mengguncang bumi. Namun kutahu bahwa engkau sekecil diriku, tulang-tulangmu kecil seperti tulang-tulang ayahmu, setinggi dan serampingnenekmu, sedangkan kedua kakimu sebesar kaki para nabi. Ketika kau lahir, nenekmu mengatupkan bibirnya dalam kesedihan dan berkata: Ah, seorang anak perempuan dan jelek lagi! Bencana ganda! Kutegangkan otot-otot lambungku untuk menahan rasa sakit di rahimku dan menghentikan darah dan sambil bernafas dengan sulit karena kelahiranmu sukar dan aku menderita seakan-akan kulahirkan sebuah gunung, kukatakan kepada nenekmu: Bagiku ia lebih berharga daripada seisi dunia ini! Kudekap engkau ke dadaku dan aku pun tertidur nyenyak. Dapatkah aku, Putriku, kembali menikmati saat tidur nyenyak ketika engkau berada di dalam diriku atau setidak-tidaknya dekat denganku sehingga dapat kuulurkan tanganku untuk menyentuhmu? Atau ketika engkau berada di kamarmu di sebelah kamarku sehingga aku dapat berjingkat untuk menjengukmu waktu kau tidur?”

“Odavno znam da nema pogrešnih osećanja, ali sad znam da je bol jedini stvaran i da je bol, jebiga – da je bol prag koji treba da se pređe, da bi se sišlo u suštinu, u srž života, pa i dublje od toga. Nismo predodređeni ni za šta drugo, ali najveći broj ljudi ne ide dalje. Poseku se i na posekotinu nalepe flaster. Neće u ranu nabiti čiodu i kopati po njoj, nego će popiti Panadol, Brufen, Aspirin. Što dalje od shvatanja da je posle bola skoro beskorisno doživeti bilo šta drugo...!”

“„Vidiš, prihvatiš li bol – uživala u njemu ili ne – podstičeš kontrolu nad telom. Budi se potreba da bolom, pa i samom sobom, u svakom smislu ovladaš.” „Mišel Fuko bi to verovatno nazvao vidom samodiscipline”, rekao sam, „jer je pokoreni u isto vreme i onaj koji disciplinuje i onaj koji se disciplinuje – pa i posredno, putem pristanka da bude disciplinovan.” „Zar nije zanimljivo to što nam, za ma kakav značajan preobražaj, treba nekakav pokretač?”, rekla je Valerija. „Pokretanje nekog procesa je neminovno za promenu... Međutim, to i nema nekog smisla kad se shvati da je čitav život neprekidan proces promene.” „Da, ali čovek to i ne doživljava baš tako”, rekla je Irina. „Zato mu je potrebna zamisao o tom – pokretaču.”