Quotessence
Home / Quotes / Quote by silviamnque

Quote by silviamnque

“Imaji-ku. Cermin dari malam. Sepasang bola mata hitam menyelinap diriku. Terpaan angin menghela pelan menyentuh kulit epidermisku. Kau hinggap dalam ruang-ruang penuh suara dalam bayang dalam cahaya. Kau perpaduan angka-angka, seakan kaulah lakon utama dalam hidup. Memahami garis-garis yang membentuk gerak-gerik bayang. Tindakanmu mengembara di seluruh ruang dan menggapai sel-sel dalam tubuhku yang adalah bintang-bintang yang kemudian menuju padamu – cahayaku.”

Quote by silviamnque

Author

silviamnque

Browse famous quotes and profile details for silviamnque. more

You May Also Like

“Matahari tua, Hai selamat malam wahai sang surya yang sedang di lahap oleh gemerlap bintang Ku rindu kemilau jinggamu yang selalu menyipitkan mataku namun sangat sedap dinikmati dengan mata telanjang Ku rindu saat jinggamu tersungkur tergantikan oleh awan kelabu Saat itu juga... Ku rindu bercengkarama dengan asap Ibu Kota menaiki kuda mesin dan menikmati sepotong senja yang telah hilang bersamamu. Sampaikan rinduku padanya wahai senja abadi.”

“Kala matahari tenggelam Benarkah hari berganti malam? Ah, aku rasa matahari hanya dipaksa diam Ia tetap pada porosnya, namun cahayanya semakin legam Seolah-olah ia padam Begitulah skenario alam Percayalah padaku kawan, aku yakin betul matahari hanya dipaksa diam Tampak langit mencakarnya hingga lebam Babak belur menjadikannya hitam Alih-alih tak ingin menghantarkan pesan seluruh makhluk yang terpendam Tak ada malam Yang ada hanyalah Matahari dipaksa diam. (Anyer - 13 Januari 2022)”

“Over the next seven years, the group [Weather Underground] claimed credit for more than two dozen bombings of high-profile targets such as the Pentagon, numerous courthouses and police stations, the U.S. Agency for International Development, and several corporations involved in the coup in Chile or colonialism in Angola. Weather articulated a politics of solidarity that demanded a high level of sacrifice by whites in support of Black and other revolutionary people of color. This support emanated from a strategic belief, pioneered by Che Guevara, that U.S. imperialism could be defeated through overextension; bombings were an attempt to pierce the myth of government invincibility and draw repressive attention away from the Panthers and similar groups. It also reflected a political position that said white people had to side with Third World struggles against the U.S. government—and had to do so in a similarly dramatic way.”