“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”
Source: Child of All Nations
“Cinta, sebuah kata yang tak persis pengertiannya, kecuali ketika kita merasakan sakitnya.”
Source: Catatan Pinggir 5
“selama daun pagi itu masih mengembun,
aku mengemban tetimbunan rindu
di paru-paru dan seluruh pori-pori kulit,
kurakit doa-doa selamatmu dari sakit
dan sebab rindu-rindu ini sulit kuredam,
padamu, doaku tak pernah padam.”
Source: Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
“Namun, rasa sakit akan menguatkan seseorang menapaki hidup. Penderitaan akan menumbuhkan kebijaksanaan. Kesengsaraan yang melewati batas akan melahirkan kekuatan yang tak bisa diduga. (77)”
Source: Assalamualaikum, Beijing!
“Aku ingin mengabu saja, menyublim, bahkan kalau mungkin moksa, menghilang tanpa jejak. Sehingga tidak perlu mengalami seluruh kesakitan dan kelukaan ini.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Kau tak berhak berjanji apa-apa pada ranting yang ditinggalkan daug saat sedang rindu-rindunya.”
“Aku.
Yang berulang kali kau hindari, tapi tetap hadir kembali.
Yang coba kau tinggal pergi, tapi tetap pergi mencari.
Yang coba kau bunuh, tapi tak pernah mati terbunuh.
Aku.
Si tak tahu malu, yang tak pernah ragu untuk merindu dan terus merindumu selalu.”
“Aim for progress, not busyness. Redirect your thoughts to growth and empower yourself.”
Source: Overcoming Mediocrity: Limitless Women
“Laki-laki baik pasti ada. Hanya tak semua beruntung menemukan seseorang yang siap mendampingi dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit, dalam rentang hidup hingga kematian menjemput. (160)”
Source: Assalamualaikum, Beijing!
“Mengapa orang lebih percaya rindu mengandung sakit tertahan, padahal kita salingg menenangkan rindu unntuk kita simpan, untuk kita pertemukan”
Source: Kesengsem