Quotessence
Home / Quotes / Quote by Sapardi Djoko Damono

Quote by Sapardi Djoko Damono

“Kesepian adalah benang-benang halus ulat sutera yang perlahan-lahan, lembar demi lembar, mengurung orang sehingga ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri menjadi wujud yang sama sekali berbeda, yang bisa saja tidak diingat lagi asal-usulnya. Hanya ulat busuk yang tidak ingin menjadi kupu-kupu. (81)”

Quote by Sapardi Djoko Damono

Work

Hujan Bulan Juni

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono is a renowned Indonesian poet, born on March 20, 1940. His poetry is deeply influenced by Indonesian culture and is known for its unique style and emotional expression. more

You May Also Like

“Di taman itu, bau laut tertutupi aroma daun-daun yang gugur dan mati. Kalian tahu, kematian selalu membuatku memikirkan Kesepian. Ketika Nenek mati, aku merasa ribuan Kesepian mendatangi pemakaman. Satu per satu dari mereka meminta untuk menumpang di rumahku, tidur di tempat tidurku. Ketika aku melarang, mereka justru menentang. Mereka kemudian mengambil alih singgasana secara paksa. Bertahun-tahun mereka menguasai rumahku. Sampai akhirnya aku lari ke sini. Namun, dengan orang ini aku tahu Kesepian akan segera memerah, menguning, mencokelat, dan akhirnya tanggal pelan-pelan, seperti daun-daun. Mungkin aku tak akan bertemu para Kesepian itu lagi. Mungkin angin akan membawa mereka terbang jauh. Mungkin juga jauh sekali. Semoga mereka tidak mendarat di halaman rumah seseorang yang sebatang kara. Semoga.”

“Perempuan adalah kota yang sepi, tetapi tidak mati. Ia memiliki banyak persimpangan, mobil tua yang kadang terparkir rapi, tidak jarang pula sembarangan di sudutsudut jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu, seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam kesepian.”

“Spiritual intimacy is the most rewarding form of intimacy and the hardest to achieve. Once you have tasted spiritual intimacy you will discover that physical, emotional, and intellectual intimacy, while breathtaking in their own right, do not belong in the same realm as spiritual intimacy. You will also discover that as you and your partner grow in spiritual intimacy, your experience of physical, emotional, and intellectual intimacy will also be heightened. At the core of the human person is the soul, and it yearns to be fed and nurtured.”