“Dulu sekali, mungkin kita pernah berada di satu jalan, seiring berjalannya waktu kita sadar. Kita ini buta, buta akan takdir kita, pada akhirnya kita kehilangan arah. Aku meraba tanganmu yang tak juga tersentuh, entah di mana, ‘tak kutemukan, sehingga mungkin kusimpulkan kamu berjalan di jalanmu, aku pun demikian. Mungkin sebuah persimpangan telah memisahkan tapi kelak tidak ada manusia yang tahu. Dua jalan yang terpisah ini di mana akan bermuara. Aku pun tidak tahu akan sampai di sana atau lenyap di tengah jalan.” KehidupanPerjalanan Author:Achmad Aditya Avery
“Mencoba kembali ke masa lalu itu seperti mencari kembali setiap kepingan piringan yang kumuh, tersebar di setiap sudut gudang, berdebu, berhias bangkai kecoa dan kotoran cicak. Setelah dikumpulkan, diputar, keluar asap, semakin tebal, meledak, terbakar, hilang, sia-sia.” CintaKehidupanMasa Lalu Author:Achmad Aditya Avery
“Rasa pahit itu menggigit, seperti tamparan yang keras, kadang sedikit meneteskan air mata, pahit itu mudah didapat tanpa perlu mencari gula yang membutuhkan biaya, dan konon pahit itu sehat.” KehidupanPahitManis Author:Achmad Aditya Avery
“Aku tahu kita berdiri di sini bukan karena kebetulan, untuk itulah apapun yang terjadi aku tidak akan menyesalinya.” KehidupanKitaPenyesalan Author:Achmad Aditya Avery
“Tidak masalah, menghilang sedikit tidak akan mengubah awan putih menjadi merah.” KehidupanMenghilang Author:Achmad Aditya Avery
“Ya, saya bodoh, itu benar, dan saya harus banyak belajar. Mudah untuk mengakui itu, dibanding repot-repot menjadi pintar di kolom komentar, memperkeruh keadaan, menggunting tali persatuan, menyebarkan kebingungan, mencemarkan hati dengan kedengkian.” QuotesKehidupanKebodohanKedengkian Author:Achmad Aditya Avery