“Kehidupanmu ada di persimpangan berikutnya. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya, bahwa siapa pun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan. Kamu akhirnya pulang menjenguk pusara bapak dan mamakmu, berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tapi lebih dari itu, ada pertanyaan penting berikutnya yang menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya, ke mana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? Apa yang harus dilakukan? Berangkat ke mana? Bersama siapa? Apa 'kendaraannya'? Dan ke mana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu sekarang. Menemukan jawaban tersebut. 'Kamu akan pergi ke mana?'.” KehidupanManusiaKutipanBijaksanaMasa LaluOrang TuaMasa DepanPergiPulang Book:Pergi Source: Pergi
“Aku tahu kehidupan Bapak rumit. Ambisinya. Kisah cintanya. Dia bukan orang yang sempurna, hidupnya dipenuhi kekecewaan. Aku tahu, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga Mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamakku dibanding di matanya. Tapi sekarang, aku tidak tahu lagi, berapa banyak air mata yang pernah disebabkan oleh Bapak dalam kehidupannya.” CintaKehidupanKutipanOrang TuaKeluarga Book:Pergi Source: Pergi
“Jika mamaknya mendidik ilmu agamanya hingga dewasa, boleh jadi dia menjadi imam masjid masyhur di Arab sana, alih-alih seorang tukang pukul.” KehidupanKutipanAgamaOrang Tua Book:Pergi Source: Pergi
“Aku tahu, fakta baru ini membuatmu menyemai bibit benci baru kepada bapakmu, Nak. Tapi jangan teruskan, jangan pernah kamu siram kecambah kebencian itu. Ketahuilah, dalam urusan yang satu ini, bapakmu selalu terus-terang kepada mamakmu. Baginya, mamakmu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Dia tidak menyimpan satu pun rahasia kepada mamakmu.” CintaOrang TuaKeluargaRahasiaKebencian Book:Pergi Source: Pergi