Quotessence
Home / Quotes / Quote by Alicia Lidwina

Quote by Alicia Lidwina

“Ada sesuatu yang hilang setiap kali kau bertemu dengan teman lamamu. Kata lama dalam istilah tersebut seolah menjadi pengekang yang membekukan lidah. Kau akan kehabisan kata-kata, bahkan meski kau menyimpang kenangan manis bersamanya. Kau tahu kau tak akan bisa kembali ke masa-masa itu, dan itulah yang membuatmu membujur kaku—mengutuk kelalaianmu sendiri untuk mengklaim balik posisi yang seharusnya sudah menjadi milikmu: seorang teman. Tapi kau tahu kau tidak bisa melakukannya. Kau bukanlah temannya lagi.”

Quote by Alicia Lidwina

Author

Alicia Lidwina

Browse famous quotes and profile details for Alicia Lidwina. more

You May Also Like

“Tidak ada teman SD. Masa kecil hanya seperti permainan bola. Seru. Setelah selesai, semua pulang dan melupakan. Teman SMP hanya satu-dua dan hanya menelepon jika ingin mengajak reuni. Teman SMU bertemu karena berpapasan tak sengaja. Teman kuliah sibuk dengan pekerjaan. Bukankah persahabatan sering kali disepak waktu? Persahabatan menjadi usang, hanya menjadi foto lapuk yang menghias album kenangan.”

“Masih ingat ikrar kita dulu. Mulai hari ini kita berempat adalah sahabat. Layaknya saudara sedarah, tak ada rahasia di antara kita meski itu hanya hal kecil yang tak kasat mata. Tak boleh ada yang disembunyikan meski itu menyakitkan. Dan tak ada pula yang boleh bertengkar hebat, karena itu sama saja dengan menyakiti tubuhnya sendiri.” Ujar Toni panjang lebar sembari mengingatkan kembali ikrar kami berempat dulu saat pertama kali mengucapkan janji sedarah. “Kita punya cita-cita agung, tumbuh sukses dengan kehidupan yang tenang.” Sambung Ilham kemudian sambil meletakkan tangannya di atas punggung tangan Toni. “Tampil brilian, dengan saling menutupi kekurangan yang lain tanpa perlu belas kasihan.” Lanjutku yang ikut meletakkan tangan kanan di atas tangan mereka berdua. “Berani maju karena kita ada untuk saling menopang.” Ucap Reza kemudian melengkapi formasi empat tangan yang telah bersusun rapi. “Kita adalah saudara tak sedarah. Fantastic Four yang siap mengguncang dunia. Eaaaa,” sahut kami berempat kompak dilanjutkan dengan rangkulan hangat.”