“Kecerdasan otak saja tidak berarti segala-galanya. Harus ada juga kecerdasan lain yang lebih tinggi, yang erat berhubungan dengan orang lain untuk mengantarkan orang ke arah yang ditujunya. Di samping otak, juga hati harus dibimbing, kalau tidak demikian peradaban tinggal permukaannya saja.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Jangan bangkitkan cita-cita yang pasti akan mati. Janganlah hendak bermimpi bila lebih dulu telah diketahui nanti akan bangun dengan teramat mengecewakan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Aduh maut. Kenapa kamu disebut kebengisan, kamu yang membebaskan manusia dari hidup yang kejam. Ni akan mengikuti dengan penuh rasa terimakasih dan kegembiraan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bukankah ia tidak perlu mencari dalam buku, kalau ia hendak tahu hal-hal yang jijik memuakkan. Hidup yang sesungguhnya penuh dengan hal seperti itu. Dan justru untuk menghindarinya, dalam pikirannya singgah di dunia-dunia yang diciptakan akal manusia secara alamiah atau khayal.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bagi kami tiada hari kemarin, tiada hari besok. Hanya hari sekarang yang nikmat, yang penuh cahaya bahagia yang ada! Keindahan demikian banyak membuat kepala saya pusing, membuat saya takut! Aduh, alangkah hebatnya kekecewaan kelak, bila mimpi dan angan-angan kami sekarang hilang lenyap jadi asap belaka.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Orang boleh memandang saya berbuat pura-pura, tetapi saya betul-betul tidak suka mendapat pujian.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Percayalah akan masa depan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Sebab dimanapun di dunia ini tak ada tempat yang membuat saya senang kecuali di rumah orang tua saya sendiri.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Your life should be developed based on the principles of who you are and what you are built for, not the expectations from others or comparisons to others.”
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Tanpa adat tersebut rupanya orang-orang sebangsa saya tak dapat hidup, maksud saya hal tentang menganut asas-asas, hukum, telah ditentukan ratusan tahun yang lalu walaupun sekarang orang tahu pasti bahwa banyak dari adat itutidak cocok lagi dalam masyarakat kami sekarang”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya