Quotessence
Home / Quotes / Quote by Indah Esjepe

Quote by Indah Esjepe

“Aku akan tetap merindukanmu meskipun bila rindu itu dilarang karena dianggap sebagai sebuah kejahatan”

Quote by Indah Esjepe

Author

Indah Esjepe

Browse famous quotes and profile details for Indah Esjepe. more

You May Also Like

“Seperti pohon... Di pokok kita masih satu, lantas kita berpisah di cabang. Ada yang ke kiri, ada yang ke kanan, ada yang terus ke atas, ada yang ke depan, ada yang ke belakang. Atau bilapun masih satu di cabang, kita nanti akan berpisah juga di ranting. Ke atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang... Saat kita kecil dulu, kita masih satu, masih anak kecil. Lantas sedikit demi sedikit waktu kita bikin kita beda. Waktunya makin banyak, beda kita tambah banyak. Itulah kita.”

“MANU-SIA Belum lelah bersalah Entah untuk apa, Belum juga lelah melupa Entah sebab apa, “Manusia tempat salah dan lupa. Jadi tak mengapa. Dibuat santai saja. Kita itu manusia. Jangan menjadi sia-sia. Mereka bukan manusia. Jadi tak mengapa, dibuat sia-sia saja.” Tuturnya. Manusia, Banyak yang menua dengan sia-sia Lebih banyak yang sia-sia namun tak merasa Sewon, November 2016”

“Jika ada yang ingin kuberikan untukmu, itu hanyalah sekotak Crayon. . . Untuk mewarnai langitmu yang kelabu. Dipagi hari. . .kamu bisa mewarnainya dengan merah muda yah langit dengan matahari terbit memang indah. Disiang hari buatlah banyak cahaya matahari dengan kuning keemasan dan campurkan juga biru yang menenangkan. Namun jika kau ingin cuaca sejuk segar, kau boleh gunakan warna perak dan putih untuk cahaya kilat dan hujan yang lebat. Ada apa dibalik hujan? kutemukan jawaban. . .mari gunakan semua warna yang kau punya, ciptakan Pelangi. Pita indah warna-warni. Biarkan harimu berseri. Dan senja datang. . . ayo gunakan sang Jingga yang jelita, ucapkan selamat tinggal pada bola cahaya raksasa. Hari menggelap?belum! mari kita torehkan Ungu dengan titik-titik cahaya . . .selanjutnya kau boleh menghitamkannya, biarkan gelap menemani mimpimu tapi jangan lupa simpan sebuah bintang díbawah bantal, bersama dengan kotak warnamu . . . Esok warnai lagi langitmu dengan warna apapun yang kau mau. . . Berjanjilah jangan biarkan langitmu kelabu!”