“Jangan mempermainkanku dengan kata kata yang mempunyai banyak ilusi Jangan mengecokkanku ribuan majas yang makin tak bertepi Sejenuh, sejenak, mengapung menggantung, Apakah kau menganggapku selirih sepandang seperjalanan menanti berlalu? Jujur, kau seindah, semenarik, terpandang Memang, kau sejernih, selugu, segala terpancar Lalu mengapa kau, adapun mau, adapun membaur Berdatang dan berlalu Tiba-tiba kau tertarik dengan angin yang terasakan mengepoi-sepoi sore hari segala terlalu Sungguh, kini kau sesulit ini dipahami? Ber-entah kata jika ditata berbaris Ber-jenaka di alun syair Berujung ku me-nyudahi Terbegitukah ku lakui...? ... #medan, April 2020 Judul: MengapaKah”
Quote by Manhalawa
Author
You May Also Like
“Tuhan, jangan biarkan aku berteriak Hati ini sakit ya Tuhan Geloranya bagai meteor _wasiman waz”
Source: Mayasmara
Source: Overcoming Mediocrity: Limitless Women
“Lahat ng bagay, maski mahirap, natatanggap. Pinoproseso lang.”
Source: Si Amapola sa 65 na Kabanata
“Cintailah cinta ketika cinta itu ada di sisimu. Jauhilah cinta ketika cinta mulai menyakitimu”
Source: Sarvatraesa: Sang Petualang
Source: Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak
“Cinta yang sesungguhnya tidak menggebu-gebu; cinta yang sesungguhnya itu menenangkan.”
Source: I Love You; I Just Can't Tell You