“JENAWI II. Kitab Lengkara Tetapi nama siapa nanti yang akan tertera sempurna dalam kitab lengkara, namamukah itu? Ia yang merasa menemu hakekat kebenaran pada ihwal kehidupan yang konon pernah dijanjikan oleh para empu. Selain kilas wajah sebalik topeng atau barangkali sebuah persona kepada siapa engkau mempersembahkan setiap tetes darah yang dengan susah-payah engkau titikkan lewat bujuk rayu atau keras hardikanmu? Sekali badik ditarik pantang kembali ke dalam sarung sebelum ia puas menikam. Tapi demi satu cintaku Tusuklah daku, Sayangku. Tetaklah tubuhku. Tebah - dedahlah dadaku dengan kelebat amarahmu. Tapi jangan engkau abaikan aku. Jangan kautenung aku dengan kilau tatap matamu. Jerau jantung hatimu yang setiap saat ingin mengejar – mencari mati agar esok aku bisa berharap terlahir kembali dalam kekal ingatanmu yang sungguh kutahu betapa pongah itu. Okober 2015” PuisiSejarahTakdirGelapRomantismoKeabadianKetidakmungkinan Author:Titon Rahmawan
“Sebagai fana, kita tak pernah tahu berapa banyak lagi waktu tersisa untuk bersama. Jadi mari jalin segalanya sebaik dan seindah yang kita bisa.” KebersamaanKeabadian Author:Helvy Tiana Rosa
“Apakah arti kematian ini selain pelukan keabadian. Tempat kemana air mataku jatuh bergulir, kemana rohku pergi melangkah, dan sayap-sayapku terbang tinggi membubung. - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan” KematianAir MataTawanan KepedihanKeabadianRoh Author:Titon Rahmawan