“Mengapa engkau menitipkan segenggam rasa jika Cinta itu tidak pernah ada? Lalu engkau mengambilnya dan pergi, seketika lalu engkau tanam rasa itu pada yang lain ... membuatku tersiksa... Tidakkah engkau tahu betapa sakitnya itu? Kemudian lebih sakit ketika engkau melihatku tersiksa oleh rasa namun dikau tersenyum bersama dia... kau membuatku bimbang, padahal aku Cinta” CintaRasaSakitPergiBimbangTerluka Author:Manhalawa
“Kenapa begitu sakit ketika begitu sedih, Saat hati teriris sedikit demi sedikit dan rasa telah patah Tak lagi seumpama hujan turun dan basah tak seumpama siang panas dan kering. Hampa... Kenapa kita bertemu lagi? Aku telah rapuh jauh kedalam sunyi... .” RasaSedihSunyiHampaRapuh Author:Manhalawa
“Sampai berapa kalikah engkau mengabaikan rasa yang pernah ada? Yang engkau umpamakan tangan yang meraba namun tak merasa... sia-sia...” CintaRasaSedihSia Sia Author:Manhalawa
“Aku pernah berbicara tentang sedih, pernah juga merasa bersedih.. Yang seumpama hati yang hancur seperti kaca, panas seperti api, meleleh seperti lilin, dan mengembun seperti air. Sedih tidak berbicara satu rasa sedih bercerita tentang rasa menyiksa batin melemahkan jiwa dan mengalirkan sungai Malang.. Ternyata sedihku berantakan” RasaSedihMalang Author:Manhalawa
“Menunggu, Mengapa harus menunggu? Menunggu membuatku ragu Menunggu memaksaku untuk harus rapuh dan, Menunggu bisa menghadirkan rasa yang baru,...” CintaRasaSedihKecewaMenungguRaguRapuh Author:Manhalawa