“Aku hanya setetesan lelah, yang engkau tampung dalam cawan sepi yang kemudian menguap lagi dan pergi. Aku hanya sekumpulan bayangan, yang engkau hidupi dari lampu kecilmu. Setidaknya aku pernah ada walau hanya sekedar mengusik sedih, Meski pada akhirnya menghilang lagi untuk kesekian kali ...” SedihSepiPergiKecewaLelahMenghilang Author:Manhalawa
“Tak terasa pergi berlabuh Satu demi satu, Dingin laksana malam yang sepi beradu Tabu pergi menjauh. Jauh didalam daku, Hilang laksana angin yang menderu ... Hampa, - . .” CintaSedihSahabatSepiPergiHilangHampa Author:Manhalawa
“Kenapa begitu sakit ketika begitu sedih, Saat hati teriris sedikit demi sedikit dan rasa telah patah Tak lagi seumpama hujan turun dan basah tak seumpama siang panas dan kering. Hampa... Kenapa kita bertemu lagi? Aku telah rapuh jauh kedalam sunyi... .” RasaSedihSunyiHampaRapuh Author:Manhalawa
“Sampai berapa kalikah engkau mengabaikan rasa yang pernah ada? Yang engkau umpamakan tangan yang meraba namun tak merasa... sia-sia...” CintaRasaSedihSia Sia Author:Manhalawa
“Aku pernah berbicara tentang sedih, pernah juga merasa bersedih.. Yang seumpama hati yang hancur seperti kaca, panas seperti api, meleleh seperti lilin, dan mengembun seperti air. Sedih tidak berbicara satu rasa sedih bercerita tentang rasa menyiksa batin melemahkan jiwa dan mengalirkan sungai Malang.. Ternyata sedihku berantakan” RasaSedihMalang Author:Manhalawa
“Menunggu, Mengapa harus menunggu? Menunggu membuatku ragu Menunggu memaksaku untuk harus rapuh dan, Menunggu bisa menghadirkan rasa yang baru,...” CintaRasaSedihKecewaMenungguRaguRapuh Author:Manhalawa
“Pada akhirnya dunia tidak sedang bercanda, dunia se-serius ini, Awan yang gelap tidak selamanya akan hujan, Lakukan yang bisa kamu lakukan, semua hal yang menyakitimu akan berlalu, Lupakan.” HidupDuniaSedihSemangatSakitAwan Author:Manhalawa
“Bagaimana kita saling mengenal... ? Sedang kita tak saling memandang, Apalagi ber-sua., .” CintaSedihKitaMengenal Author:Manhalawa