Quotessence
Home / Quotes / Quote by Nicole Gozdek

Quote by Nicole Gozdek

“»Halt! Nicht schießen!«, rief plötzlich einer der Gehilfen des Jagdmeisters laut. »Das ist ein Gestaltwandler!« Die übrigen Mitglieder der Jagdgesellschaft fingen an zu murmeln. Er sah, wie sie abwechselnd ihn, Kudonio und Akurio anstarrten. Doch der Jagdmeister ließ sich von ihrer Verunsicherung nicht erschüttern, sondern kam langsam auf ihn zu. Der Herzogssohn jedoch wirkte genauso verdutzt wie der Rest der Jagdgesellschaft. »Ein Gestaltwandler? Ist das wahr? Wer bist du? Sprich!«, forderte Akurio. Der Blick Kudonios wanderte über das Muster seines Fells, erfasste jedes Detail und mit einem mulmigen Gefühl im Magen ahnte er, was jetzt kommen würde. »Das ist Lerio. Der Hässliche«, verkündete der Jagdmeister laut und das Gewisper der anderen verstummte für einen kurzen Moment, bevor es zu aufgeregtem Geraune wurde. Dann begannen die Ersten zu lachen.”

Quote by Nicole Gozdek

Work

Emanio - Der Schöne und das Biest

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Nicole Gozdek

Browse famous quotes and profile details for Nicole Gozdek. more

You May Also Like

“Di taman itu, bau laut tertutupi aroma daun-daun yang gugur dan mati. Kalian tahu, kematian selalu membuatku memikirkan Kesepian. Ketika Nenek mati, aku merasa ribuan Kesepian mendatangi pemakaman. Satu per satu dari mereka meminta untuk menumpang di rumahku, tidur di tempat tidurku. Ketika aku melarang, mereka justru menentang. Mereka kemudian mengambil alih singgasana secara paksa. Bertahun-tahun mereka menguasai rumahku. Sampai akhirnya aku lari ke sini. Namun, dengan orang ini aku tahu Kesepian akan segera memerah, menguning, mencokelat, dan akhirnya tanggal pelan-pelan, seperti daun-daun. Mungkin aku tak akan bertemu para Kesepian itu lagi. Mungkin angin akan membawa mereka terbang jauh. Mungkin juga jauh sekali. Semoga mereka tidak mendarat di halaman rumah seseorang yang sebatang kara. Semoga.”

“Perempuan adalah kota yang sepi, tetapi tidak mati. Ia memiliki banyak persimpangan, mobil tua yang kadang terparkir rapi, tidak jarang pula sembarangan di sudutsudut jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu, seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam kesepian.”

“Spiritual intimacy is the most rewarding form of intimacy and the hardest to achieve. Once you have tasted spiritual intimacy you will discover that physical, emotional, and intellectual intimacy, while breathtaking in their own right, do not belong in the same realm as spiritual intimacy. You will also discover that as you and your partner grow in spiritual intimacy, your experience of physical, emotional, and intellectual intimacy will also be heightened. At the core of the human person is the soul, and it yearns to be fed and nurtured.”