“Angin bertiup di kerut sendunya wajahmu Terlukis indah dunia yg melekat di bibirmu Engkau tersenyum seakan berharap namun tak mau Engkau berbalik seakan melangkah namun tak melaju Ku sapa bayang terpapar lurus pundak ditata Ku coba selaras ikuti arah melayang disana Mengapa engkau seakan tak tergoncang alunan tersapa Mengapa terlihat biasa tak terhirau merana di kata Kecewa diri tersadar berdiri menyendiri Terlena diawan petir gejolak me-ngingini Sudah, sudah angan begitu ter-begini Akhirnya tau tau kau hanyalah Mimpi Ia, engkau mimpi Mimpiku sendiri. #Manhalawa, Maret 2020”
Quote by Manhalawa
Author
You May Also Like
Source: Split: A Memoir of Divorce
Source: Miss Backpacker Naik Haji