“Memikirkan kepentingan diri sendiri selalu saya pandang sebagai kejahatan yang paling jahat dan yang sangat jijik. Demikian juga halnya dengan rasa tiada terimakasih dan yang sejenisnya. Cita-cita kami, menjadi satu dengan kehidupan kami. Kami tidak dapat hidup tanpa cita-cita. Demikian pula, tanpa cinta kami tidak dapat memperlakukan orang-orang yang kami sayangi.”
Quote by Sulastin Sutrisno
Work
Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Browse quotes and source details for this work. more
Author
You May Also Like
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Ia tidak wajib patuh kepada siapapun, siapapun juga, kecuali terhadap suara batinnya, hatinya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Ana nyawa ana upa. Ada nyawa ada rejeki.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya