“Mungkinkah engkau tidak di ruangan ini, Ibu? Apakah Ayah masih sakit? Hidungnya pun terus bergerak ke sana ke mari, mencari-cari bau yang dikenalnya, bau dada yang hangat penuh susu, bau matahari dan hujan rintik di atas rumput. Namun hidungnya tak bisa menangkap bau itu. Yang dapat ditangkapnya hanya bau tubuhnya yang meringkuk di tempat duduknya dan luka yang menganga di antara kedua pahanya. Bau nanah dan darah dan bau busuk dan amis nafas dan keringat sepuluh lelaki, yang tanda-tanda goresan kukunya masih ada di tubuhnya, dengan suara-suara kasar mereka, ludah mereka dan bunyi mereka mendengus. Salah seorang dari kesepuluh laki-laki itu, ketika masih menindihnya, berkata: Beginilah caranya kami menyiksa engkau perempuan -- kami rampas sesuatu yang paling berharga yang kau punyai. Tubuhnya yang berada di bawah tubuh laki-laki itu sedingin mayat, tapi ia mampu membuka mulutnya dan berkata: Kalian tolol! Sesuatu yang paling berharga yang kupunyai bukan yang terletak di antara kedua tungkaiku ini. Kalian semua tolol. Dan yang paling tolol di antara kalian semua adalah dia yang memimpin kalian.”
Quote by Nawal El Saadawi
Book:In Camera
Work
Author
You May Also Like
Source: Speaking my mind: selected speeches
Source: Consumed
“Every problem of medicine is a problem of language, and this operation was a malapropism.”
Source: Why I Don't Write Like Franz Kafka
Source: Blue Ocean Strategy: How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant
Source: Mentality - A book for men
Source: Women's Bodies, Women's Wisdom: Creating Physical and Emotional Health and Healing
Source: Hang My Heart on the Shadows of Light: A Novel
Source: Earthflown
