B Quotes
Browse famous quotes beginning with B. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.
“Bukan hanya aku yang kehilangan, tapi seantero sekolah juga merasakan lubang kehampaan. Ia bukanlah sosok guru yang sering mencuri waktu demi kepentingan sendiri. Bukan pula pribadi yang kerap mengambil handphone dalam saku tanpa peduli muridnya pintar atau diam tak mengerti.
Ia tak tampak seperti orang kebanyakan. Oknum guru yang tak merasa khianat walau kerap datang terlambat. Mereka yang hanya mengingat hak sementara kewajiban cuma dicatat. Pendidik yang selalu memberi tugas tapi jarang memperjelas. Pegawai yang membanggakan sertifkasi tanpa memikirkan kualitas beriring prestasi.
(Pejuang Cinta, Dunia Tanpa Huruf R)”
Source: Dunia Tanpa Huruf R
“Bukan ikatan darah yang dapat menjadikan sekelompok orang menjadi keluarga. Bukan di mana atau bangunan tertentu yang dapat disebut rumah. Tapi renjana yang ada ketika sekelompok orang bersama.”
Source: Among the Pink Poppies
“bukan kalimat terima kasih tetapi justru permohonan maaf seperti itu membuat tubuh Yudhistira melunglai.”
Source: Just in Love
“Bukan karena kurangnya emansipasi yang membuat wanita sering menjadi korban kekerasan dan kesewenang-wenangan. Namun, lunturnya rasa hormat terhadap wanita yang membuat generasi milenial memandang wanita sebagai barang, pemuas nafsu dan bukan manusia.”
“Bukan kebiruan darah dan sorot mata yang menentukan harga mati seseorang. Tetapi cara hidup, kerja nyata dan sumbangannya kepada masyarakat dan sesama manusia.”
Source: Titian Perjalanan
“Bukan kegagalan uang merupakan kejahatan, tapi cita-cita yang dangkal”
Source: Anne of Avonlea [with Biographical Introduction]
“Bukan kegagalan yang merupakan kejahatan, tapi cita-cita yang dangkal.”
Source: Anne of Avonlea
“Bukan maksudku mau berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing”
“Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.”
Source: Hujan
“Bukan mencari seseorang perempuan yang cantik bahkan sangat cantik karena ada masa kalanya nanti dibuat jelek karena memiliki rautan wajah.
Namun mencari perempuan yang ideal seperti bisa masak, bisa mencuci manual, selalu bersemangat, sayang dan cinta kepada kita dan keluarga, itu pastinya dia cantik, tak perlu diragukan lagi”
“Bukan mudah untuk berubah... dari tanpa arah ke sejadah, dari tepi jalanan ke sujud menghadap Tuhan.”
Source: Versus
“Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.”
Source: Hujan
“Bukan sia-sia tapi lebih ke pembelajaran mengalami rasa kecewa..”
“Bukan sifatku untukk kalah tanpa bertarung, bahkan saat kemungkinan untuk menang tampak begitu tipis. -Katniss”
Source: The Hunger Games
“Bukan suatu kebetulan kalau di tahun 1920-an dan 1930-an orang Amerika terobsesi dengan bintang film. Siapa lagi yang lebih tepat daripada seorang bintang layar perak untuk mencontohkan daya tarik pribadi?”
Source: Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking
“Bukan tentang sesuatu yang hilang, tapi tentang keikhlasan melepas pergi.”
Source: Singgah
“Bukan untuk siapa–siapa kupikir. Mungkin aku melakukannya untuk diriku sendiri pada akhirnya. Karena aku menikmatinya, menikmati melayani dan melihat senyum kebahagiaan orang – orang di sekitarku.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Bukankah aku pernah bilang padamu? Lebih baik aku kehilangan segalanya daripada harus kehilangan dirimu.”
Source: Morning Sunshine
“Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu dan terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?”
“Bukankah hubungan internasional itu adalah hubungan antar manusia dalam skala yang lebih besar?”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Bukankah ia tidak perlu mencari dalam buku, kalau ia hendak tahu hal-hal yang jijik memuakkan. Hidup yang sesungguhnya penuh dengan hal seperti itu. Dan justru untuk menghindarinya, dalam pikirannya singgah di dunia-dunia yang diciptakan akal manusia secara alamiah atau khayal.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bukankah iman itu memang setengahnya adalah syukur dan separuhnya adalah sabar?”
Source: Menggali ke Puncak Hati
“Bukankah kata-kata adalah penjara isi hati?
Melalui kata-kata, kita mengutarakan.
Melalui kata pula, isi hati terpenjara .
Atas minimnya kosakata yang tersedia.”
Source: Elipsis
“Bukankah kepercayaan itu sebuah rasionalitas ilmiah?”
Source: Bidadari Bidadari Surga
“Bukankah kita adalah angka genap. Tak mungkin menjadi bilangan ganjil, selama tidak dikurangi. Kita terhimpun dalam suatu bagian lengkap, jumlah tetap yang tak bisa dikali dan dibagi.”
Source: Lelaki Terindah
“Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.”
Source: Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade
“Bukankah sangat menyenangkan jika kau bisa menciptakan sebuah dunia dan mengajak orang lain untuk tinggal di dalamnya?”
Source: Prisoner of Ur Heart
“Bukankah selalu ada ruang di mana manusia harus dimaafkan? Bagaimana pun, membunuh kemanusiaan bukanlah hal yang patut dirayakan dengan pesta.”
Source: Rumah Kremasi: Kumpulan Cerita Pendek
“Bukankah seni rakyat salah satu alat pembantu kesejahteraan rakyat?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bukankah setiap istri pasti ingin memberi penghormatan terakhir bagi suaminya?”
Source: Matahari Mata Hati
“Bukanlah yang terjadi pada Anda yang penting dan menentukan apakah Anda bisa bahagia atau tidak, tetapi reaksi Anda terhadap kejadian itulah yang penting.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“bukannya teknik bertanam yang merupakan faktor yang paling penting, melainkan lebih kepada pikiran petaninya.”
Source: The One-Straw Revolution
“Bukharin's a swine and surely worse than a swine because he thinks it below his dignity to write a couple of lines.”
“BUKKO SAID: TAKING THINGS EASILY AND WITHOUT FORCING, AFTER SOME TIME THE RUSH OF THOUGHT, OUTWARD AND INWARD, SUBSIDES NATURALLY, AND THE TRUE FACE SHOWS ITSELF.
That's what I have been telling you. To be a buddha is not a difficult job. It is not some achievement for which you need a Nobel Prize. It is the easiest thing in the world, because it has already happened without your knowing.
The buddha is already breathing in you. Just a little recognition, just a little turning inwards... and that has not to be done forcibly. If you do it forcibly you will miss the point. It is very delicate. You have to look inward playfully, not seriously. That's what he means by "taking things easily." Don't take anything seriously.
Existence is very easy. You have got your life without any effort, you are living your life without any effort. You are breathing perfectly well without being reminded; your heartbeat continues even in your sleep -- so easy is existence with you! But you are not so easy with existence. You are very close-fisted. You want everything to be turned into an 'achievement'.
Enlightenment cannot be an achievement. That which you have already -- how can it be an achievement?
The authentic master simply takes away things which you don't have and you believe you have, and he gives you that which you already have. You are having many things which you don't have at all, you just believe that you have them. The master's function is that of a surgeon, to cut all that is not you and leave behind just the essential core -- the eternal being.
It is a very easy phenomenon; you can do it on your own. There are no problems and no risk in taking things easily, but people take things very tensely. They take things very seriously, and that spoils the whole game.
And remember, life is a game. Once you understand it as a game, a deep playfulness arises on its own accord. The victory is not the point; the point is to play totally, joyously, dancingly.
What is called playfulness is very essential in the inquiry of your own being.”
Source: The Buddha: The Emptiness of the Heart
“Bukovsky reminded everyone that all Soviet leaders were liars. Gorbachev, he said, was no exception—and was certainly no democrat. Like Lenin, Stalin, Khrushchev, and Brezhnev, Gorbachev was a liar and a hangman. But hardly anyone listened. Everyone wanted to believe the Cold War was over. But how could we have won the Cold War? This was the inconvenient question Bukovsky asked. Random House senior editor Jason Epstein rejected Bukovsky’s question altogether. And so, Bukovsky’s book on the equivocal “fall of communism” was not published in English—until now.”
“Bukowski said, "I know I'm good, so I like that people think I'm bad, because it gives me a dimension, effortlessly."”
“Bukowski was dead wrong, the man was drunk most likely when he said this.
Sometimes you get so fucking lonely that it makes no sense whatsoever. That sense losses meaning and usage, that meaning losses context as the sky pushes down upon you and threatens you to act a little more like your fellow human beings or else it'll cut your throat. When one is this lonely insanity is the only logical route and im on it quite well.”
“Buku ini mengungkapkan fakta-fakta yang sering dilupakan itu, kisah-kisah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat awam, yang sering disepelekan sebagai ‘bukan siapa-siapa’ dan, karena itu, sering pula diabaikan dalam penulisan sejarah resmi atau dalam pemberitaan media arus utama. Pengabaian peran kaum jelata dalam penentuan arah sejarah inilah yang sering membuat kita keliru atau luput memahami fa’al (anatomi) yang sesungguhnya dari suatu proses perubahan.”
Source: Tindakan-tindakan Kecil Perlawanan: Bagaimana Keberanian, Ketegaran dan Kecerdikan Dapat Mengubah Dunia
“Buku ini (Questioning Everything) hadir sebagai wujud resistensi pribadi kami selaku mahasiswa terhadap sistem perkuliahan. Sebuah sistem di mana para pembelajar seolah diambil paksa ruang kreatifnya dengan tekanan-tekanan yang memuakkan. daya cipta terenggut lantaran tak ad alagi waktu untuk menempa sesuatu yang lebih mengandung arti dan menyenangkan”
Source: Questioning Everything! kreativitas di dunia yang tidak baik-baik saja
“Buku ini sesungguhnya upaya semua pihak bahwa untuk negara berkembang yang agraris makna kemerdekaan buat rakyat adalah hak atas tanah yang digarapnya.”
Source: Reforma Agraria: Perjalanan yang belum berakhir
“Buku membuat pemikiran dan pengetahuan kita memiliki nyawa dan kakinya sendiri, melebihi penulisnya.”
“Buku yang kau tulis adalah semacam jejak yang terus menyala di dunia, dan bisa menjadi cahaya akhiratmu.”
“Bukščar motoru znači "nek' te motor zgazi". Klkačar šleperu "nek' te zgazi šleper". Mlnšići tuga, "nek' te tuga pojede". Tuga, motor i šleper, ono što te ubije, naše su riječi u njihovim psovkama. Nije slučajno.”
Source: Ciganin, ali najljepši
“bulamamaktan daha mı tazeymiş ne
bulup da tanıyamamanın ağrısı”
Source: Küpeli
“Bulan Merah
lalu ditenggak darah bulan merah
lolongnya yang serigala hingga ujung benua
sebayang lindap sebayang lindap melayar-layar
bulan merah mengucur airmata
dengusnya yang api memunahkan negeri-negeri
sebusur waktu sebusur waktu meluncur-luncur
tatap bulan merah di waktu malam merapat di ubun-ubun
hingga purnamanya penuh sempurna
sebugil bulat sebugil bulan menggigil-gigil
o, bulan merah di puncak sunyi geliat sepi amuknya!”
Source: Biar!: Kumpulan Puisi Nanang Suryadi
“Bulgakov always loved clowning and agreed with E. T. A. Hoffmann that irony and buffoonery are expressions of ‘the deepest contemplation contemplation of life in all its conditionality’.
It is not by chance that his stage adaptations of the comic masterpieces of Gogol and Cervantes coincided with the writing of The Master and Margarita. Behind such specific ‘influences’ stands the age-old tradition of folk humour with its carnivalized world-view, its reversals and dethronings, its relativizing of worldly absolutes—a tradition that was the subject of a monumental study by Bulgakov’s countryman and contemporary Mikhail Bakhtin. Bakhtin’s Rabelais and His World, which in its way was as much an explosion of Soviet reality as Bulgakov’s novel, appeared in 1965, a year before The Master and Margarita. The coincidence was not lost on Russian readers. Commenting on it, Bulgakov’s wife noted that, while there had never been any direct link between the two men, they were both responding to the same historical situation from the same cultural basis.”
Source: The Master and Margarita
“Bulgaria has been deindustrialized by interest groups who extracted state assets like oil states extract the oil in their ground.”
“Bulgaria, I reflected as I walked back to the hotel, isn’t a country; it’s a near-death experience.”
Source: Neither here nor there: travels in Europe
“Bulgaria is a fascinating, beautiful, difficult country, and I fell in love with it.”
“Bulgaria is a true friend of Israel, that stood up to save the Jewish people 70 years ago in Europe, and who stood by throughout the terror attack that took place in Burgas last July.”