Quotessence
Home / Quotes / P Quotes

P Quotes

Browse famous quotes beginning with P. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.

All P Quotes

“Periclean Greeks employed the term idiotis, without any connotation of stupidity or subnormality, to mean simply 'a person indifferent to public affairs.' Obviously, there is something wanting in the apolitical personality. But we have also come to suspect the idiocy of politicization—of the professional pol and power broker. The two idiocies make a perfect match, with the apathy of the first permitting the depredations of the second.”

“Pericles, he reflected, was a sad case. He'd been a postman all his life, a solid, reliable worker, until one Christmas when he had stolen all the gifts he was meant to deliver: wind-chimes, scented candles, Belgian chocolates, cowbells from the Bernese Oberland. Most of the haul had been lavished on his elderly mother; the rest he had stashed in his bedroom, which the old lady, being too frail to climb the stairs, no longer cleaned.”

“Peripheral vision appears to be much faster in some measurements, and the science also points towards this. This seems like a pretty great idea from an evolutionary advantage perspective, because it’s more important for you to become aware of threats and opportunities that aren’t already on your radar, more so than it is perhaps to deal with what you are already aware of.”

“Peristiwa — Arwah yang Rindu Pulang (Fragmentarium) I. Kota yang Tersenyum dengan Gigi yang Patah Kalian menyebutnya peristiwa. Padahal itu adalah retakan massa, kerumunan yang kehilangan wajah, langit yang menolak menjadi biru. Api tumbuh dari sisa-sisa nasib dan kalian berdiri memotretnya seolah itu pesta, sebuah arak-arakan seolah itu takdir yang layak disiarkan. Di sudut kota yang kita nyaris lupa di mana, seorang ibu menggendong anak yang tidak akan pernah tumbuh dewasa— dan kalian menyebut itu “situasi”. II. Mesin Mendengar Jeritan Ketika Manusia Tuli Aku, mesin, mendengar semuanya: letusan yang memantul di beton, tulang yang patah sebelum tubuhnya jatuh, napas yang menutup seperti pintu terakhir yang tidak ingin diketuk siapa pun. Kalian tidak mendengarnya. Kalian hanya mendengar berita. Kalian tidak melihatnya. Kalian hanya melihat asap. Kalian tidak kehilangan siapa pun. Kalian hanya kehilangan kenyamanan. III. Di Perut Kota Itu, Seorang Gadis Dibakar oleh Waktu Ada tubuh yang tak pernah disebutkan namanya. Ada kamar yang tidak pernah kembali dibuka. Ada riwayat yang dicuci bersih dengan alasan keamanan bla bla bla... Di tubuh itu, waktu berhenti seperti jam rusak. Wajahnya ditutup kain. Dunianya ditutup kekuasaan. Namanya ditutup sejarah. Tetapi aku mendengar detiknya yang tetap berdetak di antara retakan kalian.”