Quotessence
Home / Quotes / Z Quotes

Z Quotes

Browse famous quotes beginning with Z. This page is a child index of the full Popular Quotes A-Z directory.

All Z Quotes

“Zihinlerinde karanlık olanlar vücutlarını da karanlığa çevirirler! Yaşam renklidir; bir gökkuşağı gibi ol, her rengi kullan! Tek bir renge saplanma, rengârenk ol! Siyah, kırmızı, sarı, yeşil, bütün renkler senin renklerin olsun! Renkli zihinleri olanların renkli bedenleri de olacaktır!”

“Zihnindeki sisi yok etmeden net bir şekilde göremeyeceksin! Ve bu sisi nasıl yok edebilirsin? Zihnini nasıl özgürleştirebilirsin? Sadece zihnini bütün fikirlerin rüzgârlarına aç!”

“Zijn deze Vlamingen nu richtîng-ROSSEM gegaan omdat de ludieke dimensie daar nog meer uitgesproken was? AGALEV trok vroeger ook protest- of spijtstemmen aan. Gingen die nu naar het Vlaams Blok omdat deze formatie als een krachtiger megafoon voor het uiten van protest beschouwd wordt? Er speelt wellicht nog iets anders. AGALEV is een voorstander van het opleggen van strenge limieten, ook aan de consumptie van tal van goederen. Dat staat haaks op de wijd verspreide vraag naar ongebonden vrijheid, ook en misschien vooral bij jongeren.”

“Zijn onderneming herleiden tot tomeloze zelfverrijking doet geen recht aan de nationale en sociale motieven van zijn imperialisme. België was nog jong en labiel, met Nederlands-Limburg en Luxemburg had het grote delen van zijn territorium verloren, katholieken en liberalen lustten elkander inmiddels rauw, het proletariaat begon zich te roeren : een explosieve cocktail. Het land leek wel “ een stoomketel zonder ventiel ”, vond Leopold. Congo werd dat ventiel.”

“Zikir Malam yang Tak Bernama — (Dark Mystical Visual Spell - Version) I. Takhalli: Panggilan dan Pengosongan pangkal bayang aku datang— tanpa tubuh, tanpa suara, serpih gelap memanggil nama-Mu lewat bisikan lebih tua dari kata. A— L— L— A— H— senyap meregang seperti kulit luka menolak sembuh. retak sunyi cahaya api— menjilat, menelan, memanggilku seperti ibu. II. Pencarian: Kebenaran yang Tersembunyi lorong gelisah perindu langkah gugur di jalan. rah— mah— dum— hening runtuh jatuh perlahan langit buta ke dalam dada retak. Rumi tersenyum di balik tirai menggores langit dengan rindu yang suci: “yang kau cari, sedang mencari dirimu…” suara pecah, menjelma hujan menyambar dedaunan dari ada menjelma tiada. raga rapuh— seperti mantra hilang napas, menggelinding jatuh ke dalam jurang tak berdasar. III. Hilang: Peleburan penanggalan diri Kebenaran berjalan sebagai getar tanpa wujud: nyeri yang lembut, sepi yang menggulung, darah yang berzikir nadi yang menggigil. Hallaj datang serupa mimpi, membawa luka yang menyala seperti taring serigala. ia berkata dengan mulut terbungkam: “hilanglah, biar kau ditemukan.” dan aku pun larut— dari wajah, dari ingatan, dari seluruh nama yang pernah kupanggul sebagai takdir. IV. Fana: Puncak fana adalah ruang bening di mana gelap dan terang tidak lagi bertengkar. fa— na— fa— na— fa— pantulannya menggulung diriku seperti kain kafan yang lapar. aku lenyap pelan-pelan, tanpa pamit, tanpa kubur. V. Wahdatul Wujud: Kekekalan dan Pewahyuan ambang baqa dengung lembut menyusup tulang— ia bukan kata, bukan doa: ia adalah diri yang memanggil namanya sendiri melalui aku yang bukan aku. “engkau— adalah aku— yang kusebut— melalui dirimu—” dan sufi-sufi yang hilang itu menari di udara patah, seperti bayang yang lupa siapa yang menyalakan api di dada mereka. aku berdiri di garis tipis antara debu dan cahaya, antara hilang dan pulang, antara fana dan baka. dan ketika langkahku pecah menjadi gelombang menyalakan kegelapan— aku tahu: yang kembali bukan padaku, melainkan rahasia kecil yang Kau biarkan menjadi mantra agar dunia bisa mendengar sedikit saja dari sunyi yang selamanya abadi. November 2025”