Quotessence
Home / Quotes / Quote by Gabriel García Márquez

Quote by Gabriel García Márquez

“Suatu malam mereka memoleskan diri mereka dari kepala sampai ke ujung kaki dengan selei buah persik dan kemudian saling menjilat tubuh masing-masing seperti anjing lalu melakukan persetubuhan yang gila di atas lantai di beranda dan mereka terbangun karena suara gemuruh semut-semut pemakan daging yang siap melahap mereka hidup-hidup.”

Quote by Gabriel García Márquez

Work

One Hundred Years of Solitude

Gabriel García Márquez's classic work weaves together magical realism and historical events, chronicling the rise and fall of the Buendía family and the development of the town of Macondo. more

Author

Gabriel García Márquez

Browse famous quotes and profile details for Gabriel García Márquez. more

You May Also Like

“Sri menatapku tak berkedip. Satu per satu dia melepas baju saya. Satu per satu saya melepas bajunya. "Aku rindu sekali, Sayang," bisik saya. "Lebih-lebih aku, Mas, desisnya di lubang telinga saya. Sawah yang luas itu pun menyibak. Mendorong kebutuhan yang dalam sang bajak. Di haribaan yang saling lekat, kesampaian jadi pekat. Desahan itu, desahan itu, seperti lama benar aku tak mendengarnya. Lautku. Angkasaku. Bumiku. Yang memberikan segalanya. Aku menyelam tak puas-puasnya. Ada yang kurang. Ada yang kurang. Apa itu? Minta diulang? Tambah waktu.”

“Lalu, muka Narso yang berlabuh di lehernya itu menundukkan dalam penyerahan dan pejam mata. Waktu itu apa lagi yang akan dikerjakannya lain daripada itu. Ia tak berdaya apa-apa. Ia bertindak atas naluri dan detak jantungnya. Sesuatu yang telah ia bawa sejak lahir dan tiba-tiba menuntut jalannya keluar. Begitu mendesak dan segalanya itu di luar kuasanya. Dan, cintanya yang besar makin memudahkan ia luruh dalam penyerahan yang bulat tanpa tanggung-tanggung.”

“Maar dan was ons s’n nie bloot seks nie. Dit sou teleurstellend wees. Ons s’n was seismologie. Eers ligte waarskuwings van tektoniese aktiwiteit, gevolg deur ontruimingsaksies in jou bloedvate. Dan iets wat deur die aardkors in jou bene intrek en tsoenami’s wat deur jou buik golf in faktore van tien. Die vonke was van die kaliber wat spat; daar waar die hemel en hel bots en goed en kwaad skouers skuur. Dan later, veel later, die Doppler-effek; ’n afplatting van sirenes soos dit terugtrek die stiltes in. Dan naskokke en katarsis; die skadebeheer van ’n lag of noodhulp in ’n fluistering.”

“Dia membuka mulutnya dan menekankan lidahnya masuk ke mulut Jean-Marc, penuh semangat menjilat apa pun yang ditemukannya di dalam situ. Kegigihan lidah-lidah mereka ini bukan kebutuhan sensual melainkan desakan kebutuhan untuk saling mengabarkan bahwa keduanya siap main cinta, segera, saat itu juga, tuntas dan liar tanpa kehilangan waktu sedetik pun saja. Lidah-lidah mereka tidak ada kaitannya dengan nafsu atau kesenangan, lidah-lidah itu adalah bentara, wartawan-wartawati. Kedua orang itu tidak ada yang punya keberanian untuk mengucapkan dengan lugas dan keras, "Aku ingin bersetubuh denganmu, sekarang juga, tanpa ditunda," maka mereka suruh lidah-lidah mereka jadi juru bicara.”

“- Ty ciemniaczko, ty niewiarygodna ciemniaczko. Nigdy nie słyszałaś o innym sposobie uprawiania miłości, o wiele bardziej starożytnym, bardziej cywilizowanym? Naprawdę jesteś taka niewinna? - Ach, to - powiedziała. - Ach, to - powtórzył, przedrzeźniając ją. - Przyzwoite dziewczyny tego nie robią, męscy mężczyźni tego nie robią. Nawet w 1948 roku. Otóż, dziecinko, mogę cię zaprowadzić tutaj, w Las Vegas, do domu pewnej starszej pani, która była najmłodszą szefową najpopularniejszego burdelu w epoce Dzikiego Zachodu, bodajże w latach osiemdziesiątych XIX wieku. Lubi opowiadać o tych dawnych czasach. I wiesz, co mi mówiła? Że wszyscy ci rewolwerowcy, ci męscy, twardzi, strzelający bez pudła kowboje, zawsze prosili dziewczęta o "francuskiego", o to, co my, doktorzy, nazywamy stosunkiem oralno-genitalnym, a co ty nazywasz "ach, to". Przyszło ci kiedyś do głowy zrobić "ach, to" z twoim umiłowanym Sonnym?”