Quotessence
Home / Topics / Digital Quotes

Digital Quotes

Browse 1045 quotes about Digital.

Related topics

Digital Quotes

“Insisto, nunca ha sido más fácil ser multimillonario y tan difícil ser millonario. Puede resultar vano, o simplemente incorrecto, combatirlas o etiquetar a estas increíbles empresas como «malas». No lo sé. Sin embargo, estoy seguro de que entender cómo funcionan los Cuatro nos da un buen conocimiento de nuestra era digital y una mayor capacidad para crear seguridad económica para ti y para tu familia. Espero que este libro te ayude a hacer ambas cosas.”

“ZOMBIE.exe — [SYSTEM OVERLOAD] [BOOTING...] Memory check: corrupted. Signal: unstable. Language: infected. — “Selamat malam pemirsa—” suara terdistorsi — “—Kami tidak bertanggung jawab atas isi siaran ini—” Glitch. Noise. Histeria pixel. Layar menyala, lalu melahap wajah penonton. — (BREAKING NEWS) — Layar mengklaim netralitas. Netralitas mengangguk, lalu mencabut pisau. NOTIF: 47 pesan belum dibaca. Setiap nada: pentungan besi. Setiap kata: selipan baja. “Kebenaran” (dicetak tebal, lalu dipotong). “Maaf” (dikirim sekali, dibalas dengan screenshot). [potongan siaran] Pewara muncul— tapi kini matanya layar, suaranya iklan deterjen. Ia membaca berita: “Seorang anak bunuh diri setelah dibully di kolom komentar.” Semua tepuk tangan. Emoji hati berhamburan. —“Terima kasih sudah menonton tragedi ini dalam kualitas HD.”— [INTERFERENCE] Gambar macet. Cahaya menyala, berubah jadi serpihan suara. “Lihat! Mereka menari di atas algoritma!” Darah... darah... darah... Menggenang di mana-mana. Hatimu: pop-up iklan. Pikiranmu: buffering. “Maaf”—tidak terkirim. “Doa”—ditandai sebagai spam. GIF: wajah tertawa tanpa suara. MEME: potongan doa jadi lelucon. “Kebenaran”—file corrupt. “Empati”—file missing. Zzzttt... connection lost. [REBOOT SYSTEM] Pewara berita: “...dan kita semua tahu—” suara dipotong, dijahit kembali menjadi cercaan. Di sebelahnya, seorang badut menempelkan stiker “BERITA”. Ia tertawa—ketika mulutnya terbuka, keluar emoji palu gada. Setiap emoji = jeritan. Setiap trending topic = kuburan massal. (CUT TO COMMERCIAL BREAK) Kopi sachet rasa opini publik. Dijual dengan tagline: “Bangkitkan Pagi Tanpa Nurani!” JUNGKAT-JUNGKIT: naik turun, lumba-lumba melompat dari layar. Yang naik memegang mikrofon, yang turun memegang batu. Keduanya tersenyum saat pengarah acara berseru: "Camera action!" BISIK: tempat adab dulu disimpan. BISIK hilang. Kini ada retweet yang mengikat leher dengan dasi warna-warni. Headline: “Skandal! — Klik di sini untuk nyatakan kemarahan” Isi: amunisi. Komentar: senapan. Share: bom... Kamu bicara. Kamu menendang. Kamu memposting. Kamu menghakimi. Semua terjadi dalam satu detik — dunia disulap jadi arena melempar pisau. Ada yang meludah kata-kata, kata-kata itu membeku dan menjadi es. Ada yang tersenyum, seringainya adalah cermin berlumut yang menitikkan darah. [intermezzo — iklan kopi] Minum saja. Lupakan. Efeknya: kenyamanan. Side effect: kehilangan empati. DI SINI, sekali lagi bahasa kehilangan adab: kata-kata tak lagi dipakai untuk berjabat tangan, melainkan untuk menonjok wajah. Aku muak. Aku menahan letupan di dada: bukan karena takut, tapi khawatir bila amarah itu salah sasaran karena di antara begitu banyak suara, hampir semuanya adalah gema bunyi gergaji. Tapi dengar: ketika notifikasi menjadi peluru, ketika like mengukur derajat kriminalitas: penghakiman, pembunuhan— seseorang menjerit, yang lain berlarian. Dari layar simulakra bermunculan: zombie-zombie bergentayangan Dengan mulut menganga buas siap menggigit siapa saja. — (END OF TRANSMISSION) — Layar pecah. Pisau jatuh. Darah muncrat! 2025”

“No hace mucho, un párroco quiso graficar en la misa dominical la idea que tenía de Dios. Explicó que siempre se ha dicho que Dios está en todas partes y que acompaña a todo el mundo en todo momento. Lo difícil, sugirió, es hacer tangible esa presencia, ofrecer ejemplos prácticos que no dejen lugar a dudas. Hizo silencio y enseguida agregó que Dios es como los mapas en línea (dijo textualmente "Google Maps"). Puede observar desde arriba y desde los costados, es capaz de abarcar con la mirada un continente o enfocarse en una casa, hasta hacer zoom sobre el patio de una casa. Y así, como todos los resentes en ese momento podían imaginar, nada escapaba a su vigilancia. Ahora bien, agregó, Dios funcionaba como los mapas digitales, pero mejor, porque no estaba reducido a la representación visual y sus distintas modalidades (mapa, relieve, tránsito, etc.): estaba en condiciones de abarcar literalmente todo, desde las voces y sonidos en el aire hasta los sentimientos más inconfesables, de un modo tal que podía prescindir de la visualización sin mayor problema, cosa imposible para Google Maps.”

“For Sony, owning a studio is a gamble and probably a pretty good one, now that in the broadband era having content is a great advantage when you sell devices that in a ubiquitous world of distribution can actually show programs, movies, content directly to the consumer. So that you actually create, in a digital world, real synergy.”

“In our quest to quickly make three-dimensional objects, we can miss out on the experience of making something that helps give us our first understandings of form and material, of the way a material behaves--'I press too hard here, and it breaks here' and so on. Some of the digital rendering tools are impressive, but it's important that people still really try and figure out a way of gaining direct experience with the materials.”